Wednesday, October 29, 2008

Hujan+Banjir+Pengungsi=Saling Menyalahkan

Assalamualaikumm

Pagi-pagi saya udah berangkat ke kampus, untuk apa?? Untuk nyuri-nyuri waktu biar bisa posting dulu sebelum kelas di mulai. Pagi ini dingiiinnn buangeettt setelah semaleman Depok diguyur hujan. Alhasil, selain udara dingin, jalanan juga lebih ramai dari biasanya, terutama di setiap persimpangan jalan yang saya lewati. Wohoho...gak ada hubungannya gituh antara hujan semaleman sama ramenya persimpangan jalan di pagi hari!!

Hmm...kayaknya udah mau musim hujan lagi nih. Kalo udah musim hujan gini, bencana yang sering datang mengiringi musim penghujan adalah bencana banjir. Secara umum, bersumber dari sebuah buku berjudul Basic Environmental Health karangan Annalee Yassi dkk yang (belum pernah selesai) saya baca, bencana terjadi karena 3 hal.

Pertama, bencana merupakan suatu konsekuensi yang harus dibayar untuk menuju kepada kehidupan yang lebih baik, seperti bebas dari kemiskinan. Bisa jadi seperti itu, karena menurut pemikiran saya sendiri, frekuensi bencana akan lebih sering seiring bertambahnya populasi. Bertambahnya populasi merupakan suatu gerbang menuju kesuksesan masa depan! Lagipula, berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian, artinya banyak bencana dahulu baru makmur kemudian! Hoho...sungguh analisis yang
asal-asalan!

Kedua, bencana terjadi akibat arogansi manusia yang melakukan berbagai hal tanpa memperhitungkan konsekuensinya. Nah, ini lebih logis lagi. Sekarang ini banyaakkk sekali berkembang perumahan-perumahan baru di berbagai tempat. Perumahan tersebut dibangun dengan cara membabat hutan bakau, reklamasi pantai, pembabatan hutan dengan sistem Tebang Pasti Tanam Insya Allah. Akhirnya daerah resapan air berkurang, ruang hijau berkurang, eng...ing...eng...banjirr deh!!

Ketiga, bencana merupakan suatu masalah yang merepresentasikan kesalahan pemerintah dan masyarakat yang ingin hidup dengan mudah tanpa memerlukan kerja keras. Sesuai fitrahnya, manusia memang senang dengan segala kemudahan. Hidup layak tanpa banyak kerja keras. Salah satu
caranya adalah korupsi, misalnya. Sementara di sisi lain, Allah telah berfirman bahwa Ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalo kaum tersebut tidak mau merubah nasibnya sendiri. Mungkin bencana itu terjadi sebagai suatu cara Allah menegur hamba-hamba-Nya yang khilaf. Masalahnya, manusia suka nggak sensitif kalo ditegur.

Ketika hujan lebat, banjir melanda, maka dapat ditebak kasus selanjutnya adalah pengungsi. Masalah tidak berhenti sampai di situ. Selanjutnya penyakit seperti diare, leptospirosis, ISPA, scabies, akan mewabah. Huhh...rumit ya!

Saatnya bergerak! Lebih baik kita melakukan pencegahan dari sekarang sebelum bencana itu terjadi dan semakin menjadi-jadi. Beberapa waktu lalu, saya sempat menonton berita mengenai antisipasi masyarakat dalam menghadapi banjir tahun ini. Beberapa di antara mereka yang hidup di daerah rawan banjir diwawancarai. Begini jawabannya

"Kami sudah melakukan pembersihan kali agar air tidak tergenang. Ya harapan saya sih masyarakat jangan lagi membuang sampah sembarangan." Yak bagus, jangan buang sampah sembarangan sekaligus juga jangan bikin AMDAL sembarangan.

Ada juga yang menjawab begini, "Ya kalo saya sih harapannya agar pemerintah segera mengangkut sampah-sampah yang tergenang di kali."

Ini yang menarik. Buat saya, itulah contoh masyarakat awam yang terlalu banyak "disuapi". Mengapa mesti mengandalkan pemerintah? Pemerintah punya segudang urusan lain yang lebih penting seperti proyek-proyek besar dibanding ngurusin sampah di kali, jalanan rusak. Kita ini hidup di Indonesia, negara yang menuntut kita untuk menjadi warga yang mandiri. Tidak mengandalkan pemerintah sebab pemerintah punya berbagai macam "urusan pribadi". Kalo apa-apa mesti nunggu pemerintah, liat aja, kita akan sulit maju!

Pemandangan lain yang mengganggu buat saya adalah sebuah pertanyaan umum yang dilontarkan oleh wartawan kepada korban banjir. Sang wartawan akan menanyakan sebuah pertanyaan seperti ini, "Bantuan apa yang telah Anda terima selama berada di pengungsian?"

Pertanyaan seperti itu sangat tidak mendidik masyarakat menjadi masyarakat yang lebih maju dan mandiri. Pertanyaan tersebut seolah membiarkan korban pengungsian untuk terus memohon belas kasihan orang lain. Pertanyaan tersebut juga malah membuat pengungsi menyalahkan pihak lain, dalam hal ini pihak yang memberi bantuan, sebab rata-rata mereka akan menjawab, "Belum. Kami belum terima apa-apa."

Dengan pertanyaan tersebut, wartawan juga seakan-akan berusaha mengekspose kebobrokan pemerintah. Seolah-olah pemerintah lamban dalam memberikan bantuan kepada pengungsi. Padahal, percaya deh, meskipun pemerintah tidak terlalu sigap tetapi LSM dan organisasi kemasyarakatan akan turut membantu. Lagipula, pemerintah pasti akan berusaha semaksimal mungkin menangani korban banjir meskipun di mata masyarakat, pemerintah dianggap tidak melakukan apa-apa. Hal ini wajar sebab masyarakat memang sudah kehilangan kepercayaan kepada pemerintah sehingga apapun yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat akan tetap tidak puas.

Seharusnya, pertanyaan yang lebih pintar dan lebih mendidik masyarakat agar menjadi warga yang mandiri adalah, "Apa yang telah Anda lakukan untuk menolong pengungsi yang lain?" Selain lebih enak di dengar, pertanyaan semacam itu juga akan mendorong orang untu berfikir, "Iya ya? Kenapa mesti menunggu uluran tangan? Kenapa kita nggak berusaha menolong diri kita sendiri dan korban lainnya?"

Yeahh, punya pikiran kayak gitu kan lebih asik, lebih memotivasi kita untuk terus maju dan nggak bergantung pada orang lain.

Bencana memang terjadi tanpa diundang, tanpa kita tahu kapan datangnya. Bencana memang bisa merenggut apa saja yang kita sayangi dan cintai, keluarga, harta benda. Akan tetapi percayalah bahwa Allah akan tetap setia mendampingi kita kapanpun. Percayalah bahwa Allah memberikan bencana bukan karena Ia membenci kita tapi justru karena Ia sangat mencintai kita. Allah mengajak kita kembali ke jalan-Nya atau bahkan lebih dekat lagi pada-Nya lewat cara yang mungkin tidak kita sukai.

Ketika kita jatuh, mundur beberapa langkah, sadarlah bahwa sebenarnya kita sedang mengambil ancang-ancang untuk dapat melesat jauh beribu-ribu langkan lebih maju dari sebelumnya. Coba liat atlet lompat jauh. Kalo dia mau lompat maka dia pasti akan ambil ancang-ancang yang jauh dari garis loncat. Biar apa coba? Biar dia bisa lompat sejauh-jauhnya! Selalu ada hikmah di balik peristiwa.

Sekian postingan kali ini. Saya ini hanya manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan. Kalo ada pihak-pihak yang tersinggung dengan postingan ini, saya mohon maaf. Mohon agar blog ini jangan di block sebab saya hanya seorang mahasiswa yang sedang banyak belajar untuk menuliskan ide dan pemikiran saya.

Wassalam

Tuesday, October 28, 2008

Kepada para Mahasiswa yang Merindukan Kejayaan

Assalamualaikum

Sebelum mulai topik kali ini, saya mau mengucapkan selamat hari blog nasional! Ho'oh, kemaren, tanggal 27 Oktober adalah hari blog nasional. Buat para blogger, marilah kita menuangkan ide, berbagi pemikiran, dan berkomunikasi lewat blog tanpa mengesampingkan etika dan moral. Beberapa kali saya sempet menemukan blog yang isinya cerita-cerita asusila, hujatan-hujatan kepada pihak tertentu, membahas masalah SARA, dsb. Hal-hal seperti gitu sebaiknya tidak dibahas dalam blog soalnya blog itu kan media massa, diakses oleh banyak orang yang punya berbagai macam pemikiran, latar belakang budaya, agama. Jangan sampe tulisan kita menyinggung perasaan pihak lain.

Kali ini saya tertarik membahas kontribusi nyata mahasiswa bagi negara Indonesia. Beberapa teman mahasiswa menganggap mengikuti aksi turun ke jalan, menyampaikan sejumlah tuntutan adalah suatu kontribusi nyata mahasiswa yang berperan sebagai golongan intelektual yang menyuarakan kata hati rakyat. Beberapa lainnya (termasuk saya di antaranya) lebih menilai sebuah kontribusi sebagai suatu aktivitas konkret yang dilakukan untuk membawa perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Saya tertarik dengan bahasan seorang dosen di sebuah kelas. Beliau mengomentari aksi mahasiswa yang sering terjadi. Beliau berpendapat seperti ini, "Udahlah, kalian tuh nggak usah banyak demo. Harga yang udah naik ya nggak akan bisa turun lagi. Yang naik ya biarin aja naik. Mendingan kalian tuh melakukan hal lain yang lebih bermanfaat."

Jauh sebelum Beliau berkata seperti itu, saya juga memiliki pendapat yang sama. Ketika seorang mahasiswa melakukan aksi turun ke jalan, motifnya bisa dua. Pertama mengutarakan pandangan, pendapat, pemikiran, atau protes terhadap suatu kebijakan atau keadaan. Kedua, iseng, ikut-ikutan, cari pengalaman. Saya tahu persis beberapa teman mahasiswa ikut aksi turun ke jalan tanpa mengetahui secara pasti apa yang menjadi tuntutan. Mereka hanya sekedar iseng atau cari pengalaman.

Apa manfaat teman-teman turun ke jalan? Dari sekian banyak aksi turun ke jalan dengan berbagai macam tuntutan, berapa tuntutan yang berhasil dikabulkan? Dari sekian banyak aksi turun ke jalan, berapa orang teman-teman yang terluka atau bahkan meninggal? Pertanyaan saya adalah, di mana letak keefektifan aksi turun ke jalan?

Beberapa teman mahasiswa malah melakukan aksi yang berakhir rusuh. Membakar mobil, merusak fasilitas umum, melempar kotoran sapi, melepar batu. Apa itu yang dinamakan mahasiswa? Mahasiswa yang mengaku sebagai kaum intelektual yang menjunjung norma-norma dan mengaku sebagai wakil rakyat yang akan menyuarakan kata hati rakyat?

Ketika pemerintah membuat suatu kebijakan, ketika keadaan di negara tercinta semakin buruk, mahasiswa akan tergerak untuk turun ke jalan. Mereka akan memprotes sejumlah peraturan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat. Akan tetapi, apa hasilnya? Pemerintah tetap pemerintah, aturan tetap aturan, aksi mahasiswa sering tidak ada hasilnya, nihil.

Sebagai kaum intelektual, bagi saya, mengapa kita tidak memprotes keadaan tersebut dengan cara-cara yang lebih intelek? Misalnya, menulis artikel atau suara pembaca di media massa, internet, atau sejumlah media lainnya. Biasanya aksi yang dilakukan lewat tulisan akan lebih mengundang simpati masyarakat. Selain itu, cara seperti ini dapat membiasakan mahasiswa untuk menulis sehingga akan bermanfaat juga bagi dirinya sendiri.

Kontribusi nyata lainnya sebagai mahasiswa adalah mengajar. Ya, inilah yang saya lakukan. Mengajarkan sejumlah ilmu kepada adik-adik kita yang kurang mampu sehingga timbul semangat untuk belajar.

Ketika harga gas elpiji naik, misalnya, daripada teman-teman sibuk melakukan aksi dengan tuntutan agar pemerintah menurunkan harga gas elpiji, akan lebih baik jika mahasiswa terjun langsung ke lapangan (masyarakat) untuk memasyarakatkan atau memperkenalkan biogas kepada mereka. Hal ini akan membuat masyarakat tidak bergantung pada gas elpiji. Dengan memperkenalkan cara memproses bioetanol maka mahasiswa juga turut serta menciptakan suatu kondisi masyarakat yang mandiri, kreatif, tidak hanya bergantung pada satu hal. Bagi saya, itulah yang dinamakan kontribusi nyata mahasiswa! Konkret, dapat dilihat hasilnya. Dibanding teman-teman melakukan demo. Demo adalah jalan terakhir dari suatu jalan yang paling buntu.

Ketidaksetujuan mahasiswa, pemikiran mahasiswa, lebih baik diungkapkan di media massa melalui cara-cara yang lebih "pintar".

Lagi-lagi, semua kembali kepada individu masing-masing. Bagi saya sebenarnya tidak ada masalah dengan demo mahasiswa selama demo tersebut tertib dan tidak merugikan pihak lain. Meskipun saya sendiri lebih menyukai cara-cara yaang lebih pintar dalam menuangkan rasa ketidaksetujuan atau pendapat kita sendiri kepada bapak/ibu di pemerintahan sana.

Bagaimana pun cara yang dilakukan, sebenarnya tujuan kami, mahasiswa, hanya satu: menuju Indonesia yang lebih baik lagi.

Apakah caranya melalui aksi turun ke jalan, aksi menulis di media, ataupun aksi turun ke masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik. Hidup mahasiswa!

Wassalam

Saturday, October 25, 2008

Bu...[Gado-gado]nya nambah lagiii...

Assalamualaikum...

Kenapa judulnya begitu?? Soalnya kali ini gw mau bikin tulisan gado-gado part two. Apa yang mau gw tulis kali ini, lagi-lagi campur aduk. Mari kita mulai makan [gado-gado] part twonya!
Today is saturday. Pagi-pagi, bangun tidur gw diajakin emak pergi nyari kloset di kawasan Panglima Polim. Hmmm...agak males awalnya tapi daripada gw di rumah sendirian, ya sudah, gw memutuskan untuk ikut. Selesai cari kloset, babe gw ada keperluan di kantor. Ternyata ehh ternyata, di kantornya lagi rameee banget karena ada acara arisan. Huhuhuhhh...gw paling nggak suka acara arisan apalagi gw nggak kenal sama orang-orangnya. Akhirnya gw memutuskan untuk berdiam diri di ruangannya babe sembari berinternet ria, posting lagiii!
Yang kedua, semingguan ini gw lagi tertimpa beberapa musibah. Innalillahi. Diawal minggu gw nabrak motor.Yak sekali lagi gw ulangi, gw nabrak motor! Ho'oh, gw yang nabrak! Awalnya tuh motor anteng aja jalan di sebelah kiri and gw dari jauh udah ngambil kanan karena mau nyalip dia. Ehh apa yang terjadi selanjutnya sodara-sodara?? Tiba-tiba dia belok kanan patah aja gituhhh dengan kondisi gw di sebelah kanannya! dia nggak pake liat spion and nggak pasang sen waktu belok! Tiiiiiinnnn...gw ngebel dari jauh dan akhirnya dhuaaarrr!! motor kami berciuman! Gak ada yang jatoh sih (untungnya gw nggak kepeleset!!). Gw emosi banget! Tadinya gw mau marah sama dia tapi setelah gw liat dia cowok and badannya gede. Ciut duluan gw, akhirnya gw langsung pergi. Cuma sempet melototin dia aja tapi percuma lha wong muka gw ketutupan kaca helm!
Yang ketiga, Jumat kemaren gw ke tempat les bawa mobil. Emang pikiran gw pas itu lagi kemana-mana. Pas masuk parkiran, ngambil karcis, belok kanan, brrrrtttt gw nyerempet gardu pos tempat ngambil karcis itu gara-gara belok kanak gw terlalu patah!! HAahhhh!! Gw shock! PAs gw liat, lecet aja gitu. Huhuhhh...untuk lecetnya nggak panjang and nggak lecet di bodinya.
Yang keempat, hari jumat itu juga gw ke sebuah toko buku berinisial g r a m e d i a. Pas bayar di kasir, tiba-tiba mbak-mbaknya bilang gini dengan cara bicara yang menurut gw agak mengerikan soalnya agak berbisik, "ehhh,,maaf mbak, boleh tanya-tanya nggak?"
Gw langsung mikir yang enggak-enggak, "Jangan-jangan dia mengira gw adalah selebriti! Terus dia minta gw untuk wawancara? Ato jangan-jangan dia ini pecinta sesama jenis dan mau bertanya 'apakah mbak mau menjalin hubungan dengan kucing saya?' Anehh!"
Akhirnya gw bilang boleh. Ehhh ternyata doi cuma nyuruh gw ngisi angket! YAaa ngomongnya nggak usah bisik-bisik gitu kali, mbak!!
Main idea tulisan kali ini adalah, hari kamis kemaren gw mendengar kabar pernikahan seorang Syekh dengan seorang anak berusia 12 tahun! Masya Allah, 12 tahun gittuu lhhooo!! Umur-umur segitu gw masih lucu-lucunya tuh, masih bego-begonya! Udah gitu, dia juga berencana menikahi anak berusia 7 tahun dan 9 tahun!
Entah apa maksud di balik pernikahan itu. Mungkinkah beliau ini punya kelainan menyukai anak-anak atau phedophilia? Yang jelas buat gw tindakan beliau itu adalah tindakan yang sangat-sangat tidak patut dicontoh! Ato mungkin beliau mau mencontoh Nabi Muhammad yang menikahi salah seorang istrinya (gw lupa siapa? Aisyah ya?) saat Aisyah berusia 6 tahun meski Nabi baru menggaulinya saat Aisyah baligh.
Hmm...kasian yaa anak-anak itu. Umur 7 tahun dulu gw lagi seneng-senengnya main di luar. Main sepeda, main ujan-ujanan, main tak umpet. Gw juga masih bodoh banget! Tambah-tambahan aja nggak bisa! Masa kecil yang sangat indah! Sementara ada anak lain di usia segitu udah menjabat sebagai istri.
Di usia 20 tahun ini aja gw nggak berfikir untuk menikah muda. Gw lagi menikmati masa-masa main sama temen-temen sepulang kuliah. Kongkow di kampus, ngomongin pria-pria idaman! Hihihi...bayangin kalo gw udah nikah. Pulang kuliah mesti langsung pulang, mikirin mau masak apa buat suami. Kalo gw punya anak, mikirin anak gw udah makan apa belon, lagi apa. Mesti nyuci, mesti ngurus rumah! Waahh reppottt! Hilang deh masa muda gw!
Hidup cuma sekali. Jalani aja semuanya sebagaimana seharusnya. Masa-masa kecil yaa harus dinikmati sebaik-baiknya sebagai anak kecil. Main sepuasnya tanpa mikirin uang, tanpa mikirin belajar (makanya gw bodoh pas kecil!) Hihi...Masa-masa remaja yaa bertingkahlah sebagai anak remaja. Nanti usia 25 ke atas baru mikir jadi istri. Nanti kalo dah jadi istri dan ibu, yaa jadilah istri dan ibu yang baik dan berkomitmen terhadap keluarga. Nikmati aja. Toh semua itu cuma sekali dan nggak akan terulang lagi.
Ya sudahlah. Petir menyambar-nyambar nih! Nanti komputernya meledug lagi! Lagian, gw dah diajak pulang. Dadahhh
Wassalam

Tuesday, October 21, 2008

Mari Berwisata Kulinerr...

Assalamualaikum

Gw punya sebuah hobi yang destruktif. Hobi destruktif gw itu adalahh...eng..ing...eng...makaannnn!!! Yak,, sekali lagi, makan! Kenapa gw bilang hobi ini destruktif? Karena ehh karena dengan semakin instensnya gw menjalani hobi makan ini, otomatis gw berpotensi lebih besar mengalami obesitas dibanding kalo gw nggak punya hobi makan. Makanya itu, untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran, gw harus rajin-rajin olah raga di celebrity fitness! Hehe..bo'ong ding! Paling gw olah raga di kampus, naik-turun lantai 4! Huhuh...capeekkk...Selain menyebabkan obesitas, hobi makan juga bisa menyebabkan gw bangkrut! Kadang-kadang gw nyesel juga abis wisata kuliner terus gw liat dompet dan mendapati dompet gw udah tipisss!
Keuntungan menjadi mahasiswa FKM adalah lokasinya yang strategis. Akses gw ke dunia luar sangat mudah dibanding temen-temen di fakultas teknik yang dikelilingi oleh hutan belantara. Nah, kemudahan akses ke dunia luar ini membuat gw semakin mudah pula melakukan wisata kuliner. Sehari-hari sebenernya gw biasa bawa makan siang dari rumah. Akan tetapi, ada kalanya, biasanya di hari Jumat, gw nyobain makanan di sekitar kampus gw. Mulai dari makanan warteg sampe food court di detos. Kondisi hobi berwisata kuliner ini diperparah dengan semakin maraknya program makan-makan di tv. Huhuh...semakin menggila lah hobi makan gw ini!
Menu yang lagi jadi primadona banget buat gw adalah bebek! Yeaahh...gw penggemar berat bebek. Cuma masalahnya, setiap kali ada tempat yang menyediakan bebek dengan berbagai olahan, gw pesen, dan gw memberi penilaian seragam buat semua menu bebek itu. Rasanya rata-rata sama, mau diapain juga, tetep aja enak! Hehe...ada yang tau di mana gw bisa nyobain bebek yang bener-bener punya cita rasa yang berbeda?Baru-baru ini gw nyobain bebek cabe ijo di food courtnya Depok Town Square. Bebek cabe ijo adalah bebek goreng yang dikasih cabe ijo. Seperti yanng gw bilang, bebek rasanya sama, enak. Cuma, kali ini ada yang beda. Cabe ijonya NAMPOL ABIS! MAK NYOS!! Gila, pedesnya nggak karuan! Perut gw ampe panas setelah makan bebek cabe ijo. Sebenernya emang pada dasarnya gw nggak terlalu suka makanan pedes sih, makanya gw heboh sendiri pas dikasih menu beginian padahal menurut temen gw cabe ijonya nggak terlalu pedes. Buat gw, makanan pedes tuh merusak cita rasa. Kalo makanan pedes tuh malah kita nggak bisa ngerasain rasa asli makanan itu karena terlalu sibuk kepedesan. Gw heran aja sama orang-orang yang suka banget makan makanan pedes ampe keringetan! Kalo kayak gitu mah, makan sambel aja banyak-banyak nggak usah pake lauk! Sayang lauknya juga, jadi nggak terasa rasa aslinya.
Baru-baru ini, gw melakukan wisata kuliner di food courtnya Depok Town Square (lagi) dengan mencoba makanan steak lahir kembali (Reborn Steak). Hmmm...berhubung perut gw emang lagi keroncongan, gw nggak berminat makan steak pake kentang. Akhirnya gw milih makan nasi goreng steak seharga 17.500. Pas makanannya dateng, gw agak kecewa sama tampilannya. Standar banget, cuma nasi goreng dicetak mangkok, terus daging steak yang tipisss banget tapi gede, plus sayuran di sebelah kiri. Prediksi gw ngeliat nasi goreng yang cuma berwarna coklat polos itu adalah, "aahh...palingan nih nasi dikecapin!" tapi ternyata pas gw makan, Subhanallah, rasanya erotis...ehh...eksotik banget!!! Ada rasa asem-asemnya gitu! Bukan sekedar nasi dikecapin!! Yihaaaa...enaaakk bangeeetttt bokkk!! Juara dah! Steaknya rada alot sih cuma berhubung dagingnya diiris tipisss banget jadi nggak terlalu susah makannya. Minumannya juga enak. Gw minum capucino float, mantaappphhhfff! Abis makan gw jado mikir, gw siang ini makanannya nggak sehat banget yak! Tinggi lemak, tinggi kalori! Gimana mau langsing??!! Ada satu kekurangan makan di sana, pelayannya nggak ramah. Padahal pas pelayannya nganterin makanan, gw udah berusaha ramah gitu tapi doi nggak membalas keramahan gw. Ahhh...gw jadi males sok-sokan ramah, akhirnya pas dia balik lagi buat nganterin minuman, gw cuekin aja!
Makanan lain yang jadi idola gw adalah kwetiau goreng sapi di talita resto, deket rumah gw. Dagingnya banyaaaakk dahh, sayang, kayaknya tuh daging dimasak bersama sandal jepit, jadi sifat alot sandal jepit nular ke dagingnya. Alot banget dagingnya! Porsinya tuh kwetio goreng sapi gedee banget, satu porsi bisa buat 2 orang. Meski begitu, gw selalu makan sendirian. Alhasil, gw kekenyangan dan rasa kenyang itu bisa bertahan sampe satu bulan. Hehe...gw jadi kayak ular abis makan kijang aja! Abis makan kijang, dia bisa nggak makan sampe sebulan! Hayaahh...saingan sama gw! Enggaklah ya...
Buat gw ada makanan yang nggak pernah nggak enak, seperti pecel lele (hmmm....salah satu makanan favorit gw!), ketoprak (hmmm....salah dua makanan favorit gw), dan sea food (hmmm....salah tiga makanan favorit gw, banyak amatt yak makanan favorit gw??!). Sea food tuh nggak ada matinya dah! Mau udang cuma direbus doang tanpa bumbu juga enaakkkk! Sukaa...sukaaa...
Meski mengaku sebagai orang yang suka berwisata kuliner, sebenernya gw nggak terlalu tau banyak tempat-tempat makan yang enak. Gw lebih sering bawa makan dari rumah biar irit dan nggak buang-buang waktu nyari tempat makan. Meski juga mengaku suka makan, gw nggak bisa masak. Hehe...sebelum bisa masak enak kan kita harus punya standar rasa enak dulu...baru bikin makanan enak. Betulll gak???
Ada beberapa makanan yang menjadi cita-cita tertinggi gw untuk di makan. Makanan tersebut adalah :
1. Sushi, beberapa orang bilang makanan ini haram. Bener nggak sih??
2. pancake di House of pancake
3. berbagai makanan italia kaki lima di... mana ya, gw lupa namanya. Zul ya??
4.hot dog dengan sosis sepanjang 30 cm di vegas hot dog!!
Haha...gw tau, ada beberapa list makanan yang nggak sehat!! Tapi, sekali-sekali boleh dong??!! Ada yang mau berwisata kuliner dengan gw??!! Yyuuukkk....
Wassalam

Wednesday, October 15, 2008

[Gado-Gado]oo...

Assalamualaikum

Judulnya gado-gado, bukan berarti gw lagi kepingin makan gado-gado. Judul gado-gado gw pilih karena ehh karena apa yang mau gw tulis kali ini campur aduk. Makanya gw kasih nama gado-gado. Bagi yang lapar, maaf, ini bukan acara rekomendasi warung gado-gado mana yang enak. Bagi yang laper beraattt....silahkan makan!

Oke, pertama, kemaren gw dikampus ampe jam 5 sore karena harus melakukan analisis pada sample udara yang telah kami ambil.



Begitulah "keceriaan" yang kami tunjukkan ketika melakukan sampling udara di daerah Margonda. Hihi..seruu banget sih tapi puanaaass bangeettt!!! Suhu Margonda saat itu berkisar 35 derajat celcius! Neraka bocor kali ye??? Hehe...udah gitu pas balik ke lab, pak Dosennya ngata-ngatain, "Aduh, kalian kok bau matahari sih? Untung saya nggak ikut!" Huhuhhh...


Setelah sampling, kita analisis di lab. Anteennnggg bangeet dah gw and temen-temen di laboratorium yang panasnya naudzubillah soalnya ACnya mati. Teruss, gw dan ketiga orang temen gw izin ke kamar mandi sebelah lab buat wudhu. Anda tahu apa yang kami lakukan??
Kita foto-foto aja lhooo di kamar mandi cowok yang ada tempat khususnya untuk buang air kecil (yeehh...whatever lah namanya!). Sebenernya ada sih fotonya tapi malu ah. Nanti kalo ditampilkan takutnya mengundang orang-orang iseng untuk berbuat yang tidak-tidak. Buat yang mau liat fotonya kayak apa, hubungi saja saya, dijamin masalah anda akan beras ehh beres!

Yang kedua, today is my birthday! Yeahhh...selamat ulang tahunn yaa dhan! Gw baru sadar sekarang gw baruuu aja meninggalkan usia belasan dan menginjak usia puluhan! Yahh...makin tua dehh. Tapi gak papa, umur boleh tua, tapi jiwa harus tetep mudah! Klise banget deh, begitulah orang-orang tua menghibur dirinya sendiri. Semoga di usia yang semakin menjadi-jadi ini gw selalu di rahmati Allah dalam usaha gw menuju jalan-Nya. Enteng jodoh, cepet lulus, enteng rezeki, yaaahhh semuanya dah! Aminn...

Nah, di usia menginjak paruh muda ini, topik pembicaraan yang sedang hangat dibahas adalah,

"Udah punya pacar belom??"

Jujur ya, gw rada bete aja kalo ditanya masalah ini. Bukannya gw cemburu, iri, dengki, lapar, atau haus (iye, yang dua terakhir emang nggak ada hubungannya!). Melainkan, yaa buat gw orang-orang yang tanya kayak gitu tuh kayak orang nggak ada pembicaraan aja gitu! Suka-suka gw lah mau punya pacar atau enggak. Kalo pun gw punya terus kenapa? Pasti pertanyaan selanjutnya adalah, "Kapan nikah?" atao kalo pun gw belom punya emang kenapa? Mau dicariin??

Kemaren pas lebaran, banyaaakkkk banggeettt orang-orang yang nanya kayak gitu. Gw heran aja, nih orang pada kompak banget sih nanya kayak gitu. Tadinya, mau sekalian gw bikin spanduk aja bertuliskan, "Saya jomblo." tapi apa mau dikata, orang-orang bikin spanduk juga ogah bikinin gw spanduk cuma kayak gitu! Bude2 gw banyak yang nanyain gw. Sebenernya buat gw pertanyaan itu hanyalah sebuah pertanyaan basa-basi daripada nggak ada yang diomongin. Yaa, daripada basa-basinya kayak gitu mendingan basa-basinya kayak gini nih,

"Dhan, bagaimana efek gas rumah kaca terhadap anomali iklim?" ato
"Dhan, bagaimana tingkat pencemaran SO2 di udara bebas di daerah Margonda? Apakah sudah melampaui baku mutu atau masih belom? Lalu, bagaimana nasib high risk population?" ato
"Dhan, lebih baik pemerintah kota Depok membangun air mancur di daerah margonda untuk mengurangi pencemaran. Bagaimana menurut pandangan dik Dhany?"

Nah, NAMPOL ABIS KAN?? SUNGGUH BASA-BASI YANG SANGAT BERBOBOT! Kalo kayak gitu kan gw juga nggak males jawabnya! Palingan langsung gw tinggalin orang yang nanya kayak gitu, "Gile kali ye?? Lagi lebaran ngebahas begituan!" hehe...

Buat gw, ada beberapa ritual orang pacaran yang gw nggak setuju.

Pertama, orang pacaran suka absenin pacarnya ada di mana, sama siapa, mau pulang jam berapa. Ajee gileee...nggak bosen apa diinterogasi terus kayak gitu? Sante aja napa??

Kedua, orang kalo udah punya status pacaran suka ngelarang pasangannya jalan sama cewek/cowok lain, meski cuma temen kampus doang gitu. Ya ilaaahhh...ngebatesin pergaulan banget sih! Maless dehhh...

Ketiga, orang pacaran suka berbuat sesuka hati atas nama "Cinta". Misalnya, "Say, cium aku dong kalo kamu cinta aku..." yang lebih bodoh lagi, kadang mereka melakukan hubungan suami-istri di luar nikah juga mengatasnamakan cinta, "Aku sayang kok sama kamu, yuk kita begituan!" Sumpah jijay abisss!!! Naudzubillah! Ato yang sederhana aja, mereka ngerasa kalo suap-suapan, pegangan tangan, pangku-pangkuan di depan umum tuh wajar, "Lha, dia kan pacar gw!" alesannya gitu! Woy, tetep aja statusnya masih belom suami istri, makanya nggak boleh ngelakuin itu!

Keempat, pertanyaan mereka suka aneh. "Yang (terasa seperti memanggil eyang), udah makan belum? Makan ya, nanti laper." kenapa nggak sekalian aja, "Say (terasa seperti pacaran dengan sayur mayur), udah nafas belum? Jangan lupa nafas yah, nanti kamu mati!"

HAYAAHHH!!! GUBRAAKKK!!!

Suatu hari seorang temen nanya sama gw, "Dhan, gimana pendapat Dhany tentang pacaran?"
Jawaban gw adalah, "Gimana yaa?? Menurut gw sih pacaran itu emang hak tiap orang ya, seperti setiap orang berhak untuk menentukan apakan ia akan menjadi pengguna narkoba atau enggak. Toh, itu hidup mereka, pilihan mereka sendiri kok."

"Terus, Dhany setuju?"dia nanya lagi

"Setuju. Tapi buat gw sendiri gw nggak mengharapkan melewati fase itu. Maksudnya, kalo pun suatu saat gw deket sama seorang cowok dan menikah, yaa gw mau kita berteman aja. Nggak usah mengikrarkan diri sebagai sepasang kekasih yang lagi pacaran. Biasanya orang kalo udah mengklaim dirinya pacaran dengan orang lain suka lupa batasan."

"Kenapa Dhany nggak pacaran?"

"Nggak ada yang mau sama gw!" Hihihi....

"Emang dhany nggak takut kalo nanti nggak pacaran terus bisa-bisa nggak dapet suami?"

"Halah, gw percaya kok tiap orang dah ada jodohnya masing-masing. Nggak ada jaminan seseorang yang pacaran sembilan tahun ketika menikah akan lebih langgeng dibanding orang yang pacaran setelah menikah. Sebaliknya, orang yang pacaran setelah menikah juga nggak ada jaminan akan lebih langgeng dibanding orang yang pacaran sembilan tahun. Tapi gw percaya banget ketika Allah mengatakan pacaran sebelum menikah itu nggak ada yang ada pacaran sesudah menikah. Insya Allah gw akan melakukan itu karena-Nya. Mencintai karena Allah, menikah karena Allah, mengabdi pada keluarga karena Allah.. Insya Allah langgeng, amin."

Nah, begitulah pemikiran gw soal pacaran. Gw nggak menghakimi orang yang pacaran kok. Cuma buat gw yaaa begitulah kondisinya. Pilihan untuk berpacaran atau enggak itu balik lagi ke individu masing-masing. Saran gw sih, bagi temen-temen yang memilih untuk pacaran, yaa tolong jangan mengganggu ketertiban umum. Jangan melakukan hal-hal yang dilarang agama. Bagi para wanita, tolong jangan gampang digombali pria-pria, jaga kehormatan. Seorang pria yang bener-bener baik dan sayang sama wanita akan menjaga kehormatan sang wanita.

Ajeee gileee...nii blog yang nulis nenek gw kayaknya, bijak bener!! Hehehe...

Ya sudahlah, mau sholat dulu lalu makan lalu berkutat lagi dengan tugas-tugas. Lagian leher gw dah pegel banget nih, kursi dan mejanya nggak ergonomis!

Wassalam,

Monday, October 13, 2008

My grandmother and also my friend

Assalamualaikum

Jam 9.20, gw nyampe kampus , buka laptop, posting lagi...(maklum, blog baru jadi masih rajin posting!). Hari ini banyak ke"tumbenan" yang menghiasi pagi gw. Tumben pagi ini gw berangkat buru-buru gara-gara bangun kesiangan. Tumben hari ini akses internet di kampus gw ini cepat, secepat kilat, secepat mengedipkan mata, secepat membalikkan tangan. Tumben juga, hari ini gw ngeliat seorang profesor yang mengajar gw di kelas limbah padahal sehari-hari beliau nggak pernah ada di kampus selain untuk ngajar. Hoho...tentu saja beliau datang hari ini sebab lagi ada halal bi halal.

Bai de wei, semalem gw teringat masa-masa SMA gw. Gw keingetan sama seorang temen gw, senasib sepenanggungan di kala kita duduk di kelas 3. Namanya Shona, biasa gw panggil somey atau sompret. Hobi gw sehari-hari adalah ngeledekin Shona (apalagi kalo abis potong rambut, doi biasanya gw kata-katain, "Shon, lu makin mirip Polwan!" soalnya potongan rambutnya pendek a la polwan). Hebatnya, nih orang nggak pernah marah kalo lagi dikatain. Lebih hebatnya lagi, yang suka ngeledekin dia nggak cuma gw tapi juga temen-temen lain. Hahaha...bener lhooo dia nggak pernah marah meski kadang gw ngerasa dia kesel juga!

Tiap hari gw banyak main sama dia, yaaa secara ya kita chairmate gitu lhoo. Ngobrol apa aja ama dia bahkan pas lagi pelajaran. Kita suka cekakak-cekikik sendiri. Sampe pernah saking sibuknya cengengesan, kita ampe salah semua ngerjain tugas matematika (udah duduk paling depan, cengengesan pula!! Masuk black list dah nih kita, Shon!). Tiap istirahat gw ama dia pasti makan bekel yang di bawa dari rumah. Awalnya cuma kita berdua yang bawa bekel terus lama-lama banyak temen yang ikutan bawa makanan. Yeaahhh...kamilah pelopor hidup sehat!! Hehe...tiap istirahat siang, setelah gw selesai sholat zuhur, gw pasti buru-buru balik ke kelas nyariin dia. "Shonaa..shonaa...di manakah dirimu??" gw berlari ke arah kelas dengan semangat seperti seorang anak yang mencari ibunya di tengah keramaian pasar, seperti seorang tukang panci yang menagih utang atas pembelian panci pada seorang ibu rumah tangga. Hoho... Kalo gw nggak menemukan Shona di kelas, maka gw akan frustasi, banting-banting meja, marah-marah, terus gw turun ke lapangan basket dan teriak-teriak di tengah lapangan, "Shonaaa...di mana kamuuu??!!!" brutal abis (sumpe, ini adegan di rekayasa! Gw nggak pernah ngelakuin itu!!)

Gw juga sering banget manggil Shona dengan sebutan, nenek. Sebab selain menjabat sebagai teman gw, dia juga menjabat sebagai nenek gw. Haha...dia tuh fisiknya renta banget! Kalo abis ketawa terkikik-kikik dia suka tiba-tiba bengek, kehabisan udara! Jalan dikit, bengek juga! Apalagi lari-lari pas olah raga! Dia suka pingsan gitu (yang ini juga di dramatisir! Dia nggak pernah pingsan!!). Pernah waktu olah raga kita bertema Senam Lantai di mana setiap orang diharuskan melakukan kayang (punggung melenting ke belakang bak jembatan dengan kepala menghadap ke langit nan biru indahnya), setiap anak baik bisa ato nggak bisa melakukan itu dengan serius. Ehhh pas giliran Shona, baru mau kayang terus dia ngerasa kayaknya nggak berhasil, dia bilang gini ke guru olah raganya, "Aduh, Pak bentar dulu pak. Sakit nih, maklum udah tua!" BHUAHUAHUA!!! Anak-anak sekelas pada ngakak, guru olah raganya juga ikutan ngakak geliii banget!! Hebat kan si Shona ini, dia bisa bikin guru olah raga kita yang cool abis ketawa ngakak! Sungguh, sebuah prestasi yang membanggakan!

Pernah juga di pelajaran bahasa Indonesia. Waktu itu gurunya ngejelasin pake OHP, lampu kelas dimatiin biar proyeksi OHPnya bisa lebih jelas. Kebetulan gw ama Shona duduk di depan, di sebelah AC. Pas itu emang kondisinya sangat mendukung untuk tidur, udah kelas sepiii banget cuma ada suara pak guru, gelap pula, dingin semeriwing AC lagi! Wah mantap! Nah, si Shona yang emang dasarnya semalem abis ngeronda, ketiduran beneran dengan posisi duduk, kepala tertunduk ke bawah. Pak gurunya nyadar juga kalo si Shona lagi tidur terus gurunya nanya ke Shona, "Shona, shona nggak ngantuk kan?" dengan bodohnya si Shona ini menggelengkan kepalanya! Padahal jelas-jelas dia udah tidur gitu, masih aja ngaku nggak ngantuk! Gw cekikikan sendiri, geli bangeett!!!

Buanyaaakkk buanggettt lahh adegan konyol Shona, kalo gw ceritain semua bakal butuh waktu tujuh hari tujuh malam kayaknya! Sayang...sayang dipatok ayam (yah, sedikit mirip dengan sayang...sayang sipatokaan) gw dah harus masuk kelas nih..kuliahh, biasalah mahasiswa teladan gitu lhooo..hihi. Semangattt kuliahhh!! Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Eia, buat Shona, ingatlah selalu moto kita...
Peace, Love and, Gaul...no...no...bukan itu...tapi

"Temen lu gw doang, temen gw lu doang"

So Sweett...

Eia, beberapa adegan di cerita ini di dramatisir. Sekiranya ada hal-hal yang kurang masuk akal maka itulah bagian yang di dramatisir. Harap maklum...namanya juga yang bikin cerita rada gelo!

Wassalam...

Friday, October 10, 2008

Cukuplah Allah yang Menjadi Pelindungku

Assalamualaikum

Saya bukanlah seorang ahli ibadah yang selalu menjalankan sholat malam, tilawah, sholat sunah, puasa sunah, dan sebagainya. Iri sebenarnya ngeliat temen-temen di lingkungan (kampus terutama) yang selalu nggak pernah absen sholat Dhuha, sholat malem, dan tilawah waktu lagi nunggu kelas di mulai, bahkan i'tikaf di malam ganjil bulan Ramadhan. Sementara saya??

Keimanan saya masih sangat fluktuatif, naik turun seperti harga kurs dollar di luar sana, seperti harga cabe di pasar, seperti semangat saya belajar improvisasi. Hihi...

Ya Allah...bimbinglah hamba selalu menuju jalanMu
Ya Allah...bimbinglah hamba selalu menuju keimanan yang lebih mantap
Ya Allah...bimbinglah hamba selalu dalam menjalankan kehidupan ini...

Akan tetapi, seburuk apapun status keimanan saya, satu hal yang saya berusaha mati-matian untuk tidak meninggalkannya adalah sholat 5 waktu. Saya sadar, selama ini sholat telah menjadi penolong saya dalam menjalani kehidupan. Sholat adalah sebuah wujud syukur terhadap Illahi atas segala nikmat yang telah Ia berikan pada saya. Oksigen yang Ia berikan secara cuma-cuma, detak jantung yang tidak pernah berhenti, otak yang bekerja dengan baik, dan berbagai nikmat lain yang tak henti-hentinya Allah berikan pada saya meski saya tidak memintanya.

Saya tidak pernah meminta, "Ya Allah, berikanlah udara kepada saya."
Saya tidak pernah meminta, "Ya Allah, denyutkanlah jantung saya."
Saya bahkan tidak pernah meminta, "Ya Allah, jadikanlah saya mahasiswa UI."
Tapi Allah berikan itu semua untuk saya. Alhamdulillah...

Bagi saya tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat (kecuali lupa) seperti, sibuk, nggak sempat, apalagi males. (Allah, sebelumnya maafkan hamba. Hamba tak bermaksud membandingkanMu dengan kami, manusia, yang merupakan tempatnya salah dan lupa) Bayangin deh, kalo Allah sibuk sehingga nggak sempat ngurusin kita,
"Aduh, sori lho Dhan. Gw lagi sibuk nih jadi jantung lu gw suruh diem aja dulu ya." atau
"Aduh, Dhan maaf banget! Gw lupa ngasih lu udara! Yaa...mati deh lo!"
Pertanyaannya adalah MAU NGGAK DIGITUIN SAMA ALLAH??!!

Kalo nggak mau digituin sama Allah yaa kita juga nggak boleh meng-gitu-in Allah dong!

Sedih ngeliat beberapa temen yang nggak pernah sholat (saya nggak berpikir mentang-mentang saya sholat terus saya lebih baik dari mereka...) tapi, yaa rasanya sedih aja. Kalo dipikir-pikir, temen-temen saya itu punya talenta luar biasa yang saya nggak miliki tapi kenapa mereka nggak mensyukuri itu semua dengan melaksanakan sholat?

Pernah saya lagi kumpul sama mereka, pas waktunya sholat sebenernya sempet ada setan yang membisikkan, "udah, Dhan nggak usah sholat! Toh, temen-temen lu juga nggak sholat. Ntar kalo lu sholat dibilang sok alim lagi! Ntar mereka jadi males main sama elu!". Pikiran itu sempet berkecamuk beberapa menit sampe akhirnya saya sadar, "Mendingan sok alim daripada sok kafir!" Akhirnya saya pergi untuk sholat. Beberapa hari kumpul sama mereka, kondisinya sama seperti itu. Meski dalam hati sebenernya saya berharap suatu hari nanti ada teman yang "iseng" mau ikut sholat sama saya. Tapi kenyataannya, sampe hari terakhir saya main terus sama mereka, saya belum pernah liat mereka sholat.

Allah, bimbinglah kami selalu ke jalan yang lurus...

Saya emang sengaja nggak ngajakin mereka untuk sholat bareng. Jujur ya, saya takut dibilang sok alim. Saya hanya pamitan sama mereka setiap kali saya mau sholat dengan harapan mereka akan ngikutin saya lewat perilaku saya dengan kesadaran mereka sendiri, bukan dengan ajakan lisan saya.

Makin ke sini, saya agak takut main sama mereka. Saya agak takut memilih "jalan itu" sebagai jalan hidup saya sebab orang-orang yang berkecimpung di "jalan itu" memang banyak yang "begitu". Tapi saya cintaaaa bangeeettt sama "jalan itu" (beberapa orang pasti paham apa yang dimaksud dengan "jalan itu"). Akhirnya sekarang yang bisa saya lakukan hanya berdoa, memohon yang terbaik pada-Nya, Allah, sebaik-baiknya pelindung dan pembuat keputusan.

"Ya Allah, jauhkan hamba dari pekerjaan dan orang-orang yang menjauhkan hamba dari-Mu."
(doa ini doa sederhana tante Ratih Sanggarwati yang akan saya ucapkan juga dalam setiap sujud saya. Saya yakin Allah akan menjaga saya lewat doa yang saya panjatkan. Allah, maafkan hamba karena banyak meminta...)

Assalamualaikum

Assalamualaikum...

Selamat datang di blog terbaru saya!! Sebelumnya dhany dah pernah bikin blog di sebuah situs tetapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya dhany memutuskan untuk pindah ke blogspot.com ini.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga Dhany ucapkan kepada Allah SWT, Muhammad SAW, orang tua, keluarga besar, laptop tercinta, PC di kamar yang rada2 bikin emosi, firly temen gw yang bersedia gw ganggu karena gw banyak nanya cara bikin blog ini...makasih buat kalian semua! Saya persembahkan award ini untuk kalian semua (LHAAA???!! Iya, gw tau kok kalo nggak nyambung. Makanya jangan bingung, nggak usah dipikirin kalo nggak ngerti).

Bagi pembaca yang "terlanjur" nyasar di blog ini terus nggak sengaja baca2 blog ini, silahkan berkomentar. Mari kita membuat sebuah forum diskusi yang menarik. Jangan malu-malu dan juga jangan malu-maluin. Marilah kita berbagi pemikiran, pemikiran yang akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih maju lagi...

Yak, nampaknya saya sudah mulai garing, sodara-sodara! Lebih baik saya sudahi dulu prakata blog ini. Selamat datang dan selamat menikmati hidangan yang tersedia... (Ya ilaahh..kondangan kaliii...)