Saat hampir semua orang menjauh, seseorang mendekat...
Saat hampir semua orang tidak peduli, seseorang bertanya...
Saat aku hampir kehilangan rasa percaya, dia memberi rasa nyaman...
Dia, mungkin hampir tidak rajin menyapaku tapi sekali waktu dia bertanya tentangku, tentang hidupku. Dia hanya ingin memastikan aku baik-baik saja.
Dia memandangku berbeda. Lewat sudut pandangnya sendiri, menurutnya aku istimewa. Kata orang konservatif tapi katanya prinsip. Aku senang dia menghargaiku.
Sedikit orang yang mendukungku, kawan. Aku punya prinsip yang berbeda dari orang-orang seumuranku. Itulah sebabnya seorang lelaki meninggalkanku, sebab aku memegang prinsipku. Aku, sebagai wanita, tak menguntungkan untuk lelaki itu. Lantas lelaki itu menjauh. Salahku?
Dia, sosok yang aku ceritakan dari awal, mendukungku dengan prinsipku. Dia tahu siapa aku. Dia tahu bagaimana jalan pikiranku. Dia bahkan mungkin tahu apa yang sedang aku rasakan. Dia menguatkan aku dengan argumen-argumen yang dikemukakannya. Dia menghiburku dengan rasa pedulinya. Dia mungkin menyayangiku. Yah, setidaknya itu yang aku rasakan.
Dia, kau tak perlu tahu siapa orangnya. Akupun tak ingin menceritakannya lebih dalam. Aku juga tak ingin menyebut namanya. Aku hanya ingin mengungkapkan bahwa,
"Percayalah kawan... Di dunia ini, ketika semua orang nampaknya menjauh darimu, ada seseorang yang menunggumu di suatu tempat. Ketika semua orang nampak tak peduli padamu, ada seseorang yang sungguh ingin tahu semua hal tentangmu. Ketika banyak orang menyakiti perasaanmu, percayalah bahwa seseorang sesungguhnya sangat tidak ingin melihatmu terluka sedikitpun. Siapa dia? Mungkin orang dekat di sekitarmu yang kau sendiri kadang tidak terlalu memerhatikannya atau bisa jadi seseorang yang masih hidup di masa depan yang kau sendiri tak pernah tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya. Tetapi percayalah, orang itu benar-benar ada, kawan..."
Sunday, February 26, 2012
Thursday, January 19, 2012
Aku Menyayangimu dengan Caraku
Aku memandangimu dari sini, dari ujung jalan yang panjang. Kau tak tahu sudah lama aku di sini. Aku hanya diam, senang memandangimu. Aku tak tahu ke mana kau melangkahkan kakimu. Yang aku tahu, kau selalu kembali ke tempat yang sama. Cukup bagiku mengetahui bahwa kau baik-baik saja.
Aku memandangimu dari sini, dari balik kacamataku. Aku tak peduli apa yang orang bilang tentangmu. Dari sudut pandang ini, aku melihatmu lebih jelas. Terkadang aku melihat sesuatu yang kabur dari sini tapi aku tak peduli. Aku tak tertarik untuk menanyakan pada orang lain bagaimana mereka melihatmu dari sudut pandang masing-masing.
Aku memandangimu dari sini, kau tak perlu tahu di mana tempatnya. Aku melihatmu bahagia, mungkin dengan seorang yang kau sayang. Dulu, aku pernah berada di tempat itu. Kini, tempat itu sudah menjadi milik orang lain. Tentu saja aku sedih tapi aku lebih senang begitu, melihatmu bahagia apapun risikonya buatku. Aku tak peduli pada perasaanku sendiri. Sesungguhnya perasaanku padamu ini sungguh menyakiti diriku.
Aku akhirnya melepasmu dari sini, dari tempat yang kau tak pernah tahu bahwa aku memerhatikanmu. Aku sadar kau punya kehidupan sendiri, aku tak berhak mengganggunya. Aku perlahan menjauh. Membalikkan badanku untuk berjalan lebih jauh, mencari cerita lain. Aku tak lagi melihatmu. Kau pun semakin tak tersentuh.
Jangan kira aku tak peduli..
Jangan kira aku tak sayang padamu..
Jika suatu saat aku mendengar kau menjerit dalam hati..
atau suatu saat aku melihatmu bersedih..
Sejauh apapun aku sudah meninggalkanmu, aku akan kembali mendekatimu.
Bukan untuk memelukmu untuk menyembuhkan sedihmu tapi hanya sekedar memerhatikanmu dari suatu tempat
Kemudian setelah kau sudah bisa bangkit dan berlari lagi dengan semangat yang baru,
Aku akan pergi..kembali menjauh.
Aku akan selalu begitu, sampai suatu masa saat aku benar-benar tidak bisa menemukanmu...
atau,
Sampai suatu masa saat kau sudah benar-benar bahagia dan tak pernah bersedih lagi.
Begitulah caraku menyayangimu.
Jaga dirimu..
:')
Aku memandangimu dari sini, dari balik kacamataku. Aku tak peduli apa yang orang bilang tentangmu. Dari sudut pandang ini, aku melihatmu lebih jelas. Terkadang aku melihat sesuatu yang kabur dari sini tapi aku tak peduli. Aku tak tertarik untuk menanyakan pada orang lain bagaimana mereka melihatmu dari sudut pandang masing-masing.
Aku memandangimu dari sini, kau tak perlu tahu di mana tempatnya. Aku melihatmu bahagia, mungkin dengan seorang yang kau sayang. Dulu, aku pernah berada di tempat itu. Kini, tempat itu sudah menjadi milik orang lain. Tentu saja aku sedih tapi aku lebih senang begitu, melihatmu bahagia apapun risikonya buatku. Aku tak peduli pada perasaanku sendiri. Sesungguhnya perasaanku padamu ini sungguh menyakiti diriku.
Aku akhirnya melepasmu dari sini, dari tempat yang kau tak pernah tahu bahwa aku memerhatikanmu. Aku sadar kau punya kehidupan sendiri, aku tak berhak mengganggunya. Aku perlahan menjauh. Membalikkan badanku untuk berjalan lebih jauh, mencari cerita lain. Aku tak lagi melihatmu. Kau pun semakin tak tersentuh.
Jangan kira aku tak peduli..
Jangan kira aku tak sayang padamu..
Jika suatu saat aku mendengar kau menjerit dalam hati..
atau suatu saat aku melihatmu bersedih..
Sejauh apapun aku sudah meninggalkanmu, aku akan kembali mendekatimu.
Bukan untuk memelukmu untuk menyembuhkan sedihmu tapi hanya sekedar memerhatikanmu dari suatu tempat
Kemudian setelah kau sudah bisa bangkit dan berlari lagi dengan semangat yang baru,
Aku akan pergi..kembali menjauh.
Aku akan selalu begitu, sampai suatu masa saat aku benar-benar tidak bisa menemukanmu...
atau,
Sampai suatu masa saat kau sudah benar-benar bahagia dan tak pernah bersedih lagi.
Begitulah caraku menyayangimu.
Jaga dirimu..
:')
Subscribe to:
Posts (Atom)