Saat hampir semua orang menjauh, seseorang mendekat...
Saat hampir semua orang tidak peduli, seseorang bertanya...
Saat aku hampir kehilangan rasa percaya, dia memberi rasa nyaman...
Dia, mungkin hampir tidak rajin menyapaku tapi sekali waktu dia bertanya tentangku, tentang hidupku. Dia hanya ingin memastikan aku baik-baik saja.
Dia memandangku berbeda. Lewat sudut pandangnya sendiri, menurutnya aku istimewa. Kata orang konservatif tapi katanya prinsip. Aku senang dia menghargaiku.
Sedikit orang yang mendukungku, kawan. Aku punya prinsip yang berbeda dari orang-orang seumuranku. Itulah sebabnya seorang lelaki meninggalkanku, sebab aku memegang prinsipku. Aku, sebagai wanita, tak menguntungkan untuk lelaki itu. Lantas lelaki itu menjauh. Salahku?
Dia, sosok yang aku ceritakan dari awal, mendukungku dengan prinsipku. Dia tahu siapa aku. Dia tahu bagaimana jalan pikiranku. Dia bahkan mungkin tahu apa yang sedang aku rasakan. Dia menguatkan aku dengan argumen-argumen yang dikemukakannya. Dia menghiburku dengan rasa pedulinya. Dia mungkin menyayangiku. Yah, setidaknya itu yang aku rasakan.
Dia, kau tak perlu tahu siapa orangnya. Akupun tak ingin menceritakannya lebih dalam. Aku juga tak ingin menyebut namanya. Aku hanya ingin mengungkapkan bahwa,
"Percayalah kawan... Di dunia ini, ketika semua orang nampaknya menjauh darimu, ada seseorang yang menunggumu di suatu tempat. Ketika semua orang nampak tak peduli padamu, ada seseorang yang sungguh ingin tahu semua hal tentangmu. Ketika banyak orang menyakiti perasaanmu, percayalah bahwa seseorang sesungguhnya sangat tidak ingin melihatmu terluka sedikitpun. Siapa dia? Mungkin orang dekat di sekitarmu yang kau sendiri kadang tidak terlalu memerhatikannya atau bisa jadi seseorang yang masih hidup di masa depan yang kau sendiri tak pernah tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya. Tetapi percayalah, orang itu benar-benar ada, kawan..."
So sweet sekaliiii, dhaanyyyy..
ReplyDeleteKenapa lo jadi semakin bijak bgitu?
Who's that guy? ;)