Assalamualaikum
Kejadian seharian ini mengingatkan gw pada memori beberapa tahun silam. Saat itu gw masih SMP. Libur sekolah beberapa minggu. Seorang kawan baik, sebut saja namanya Arini (jiyaaah..bersahaja banget namanya!!), hampir setiap hari dia main ke rumah gw. Sampe suatu hari terjadi percakapan semacam ini dengan Arini,
"Dhan..."
"Uy!"
"Lu keganggu gak sih kalo tiap hari gw main ke rumah lu?"
"Gak tuh! Kenapa kok mikir gitu?"
"Gw takut ganggu aja, Dhan. Gw seneng main di rumah lu, Dhan. Rasanya 'rumah' banget. Ada nyokap yang lucu dan perhatian, ada makanan bikinan nyokap. Yaa nyaman aja rasanya. Beda sama di rumah gw. Nyokap gw mana perhatian sama gw. Gw mau main ke mana, mau pulang jam berapa juga ga bakal di peduliin. Gw males di rumah.."
DHUAR! Gw gak pernah tau hidup temen gw yang satu ini sekeras itu. Soalnya yang gw perhatiin kalo gw main ke rumah dia, yaaaa semuanya baik-baik aja. Seketika itu juga gw terenyuh..
"Ga papa kok kalo lu mau main di sini terus. Nyokap gw juga ga masalah kok.."
Beberapa bulan kemudian, ada kabar kalo temen gw ini kabur dari rumah. Nyokapnya gak tau ke mana si Arini. Beliau sibuk nyariin Arini ke rumah temen-temennya. Gw pun panik. Arini gak pernah bilang apa-apa sama gw. Sebelum dia kaburpun, dia gak cerita apa-apa ke gw.
Kalo gak salah dia ilang selama 2 hari. Ternyata dia kabur ke Bandung saking ga tahan sama keadaan rumah. Beberapa hari setelah kepulangan dia, Arini cerita ke gw, "Ada hikmahnya gw kabur dari rumah. Nyokap gw sekarang lebih perhatian sama gw. Nyokap jarang pergi-pergi lagi kayak dulu."
Semenjak saat itu, Arini jarang main ke rumah gw. Gw seneng Arini udah ngerasa nyaman di rumahnya sendiri dan gak perlu rumah orang lain lagi sebagai tempat dia berteduh. Sampe sekarang gw masih keep contact sama Arini dan nyokapnya. Semua baik-baik saja, sepertinya..
Hari ini ada kejadian yang serupa tapi tak beda menimpa sahabat gw lainnya. Masalah yang gw sebut dengan "hey orang tua, ayolaah lebih terbuka. Jangan egois.."
Sebut saja namanya Casandra (giyaaahahahahahahahahahhahahahahha). Gw mulai bertemen deket sama Casandra itu sekitar 2 tahunan yang lalu. Bertemen deket sama Casandra, membawa gw deket juga sama temen deketnya dia, sebut saja namanya Alfonso. Gw, Casandra, dan Alfonso semacam tiga serangkai bak roda bajai. Ke mana-mana ya bertiga, mau ngapa-ngapain ya bertiga.
Kami bertiga bisa dibilang punya kesukaan yang sama. Sama-sama suka bego, suka ga penting, suka aneh! Hehee... kami pecinta musik, kami penyuka kopi, kami penyuka AW, kami penggemar leyeh-leyeh! Kami sering menghabiskan weekend bersama. Entah sambil main game seharian, ngobrol-ngobrol ga jelas semalaman, bertukar ide di sore hari, atau sekedar ngupi-ngupi di Jco sambil main hangman.
Itu dulu, itu kemarin. Sekarang kondisinya beda. Casandra dilarang ketemu sama gw dan Alfonso lagi. Siapa yang melarang? Orang tuanya. Kenapa...?? Soal itu biar kami yang tahu.
Gw, Casandra, dan Alfonso bukan anak nakal. Malahan bisa dibilang kami anak rumahan yang cupu sekali. Pagi tadi Casandra BBM-in gw, dia bilang orang tuanya ngelarang dia untuk ketemu sama gw dan Alfonso. Entah sampe kapan.
Casandra sedih. Ya gw juga. Alfonso apalagi. Casandra dilarang main musik lagi sama orang tuanya. Gw anggap ini berlebihan, yakni saat Casandra dilarang ketemu dan main-main lagi sama sahabat-sahabatnya ditambah dengan dia dilarang main musik. Sebelum ada kejadian ini, kami berencana ngejalanin project musik terbaru kami. Kami sama-sama semangat, kami sama-sama serius. Rencananya, bulan Januari 2012 project ini udah bisa jalan. Tapi sepertinya...
Gw gak tau seberapa buruk keadaan di rumah Casandra, gw juga gak tau seberapa berat hidupnya saat ini. Gw cuma percaya, ini hanya kondisi irrasional akibat emosi sesaat dari orang tua yang terlalu khawatir akan masa depan anaknya. Insya Allah kalo kita bersabar, pasti ada win-win solution. Insya Allah Casandra bisa main musik lagi. Insya Allah kita bisa main bareng lagi. Tetep berpikir positif dengan semua rencana Tuhan, tetep sabar, tetep percaya sama mimpi indah. Mohonkan pada Tuhan untuk membuka hati mereka, mohonkan pada Tuhan untuk melapangkan hati kita! Hey, Tuhan gak tidur!! Pasti ada jalan, kawan!
Papa dan mama, kami anak-anakmu tapi bukan anakmu. Kami punya hak hidup, kami punya hak bahagia, kami punya hak untuk memilih. Ini hidup kami, Pa. Ini hidup kami, Ma. Kami sudah besar dan kami bisa melihat. Kami bisa berpikir dan kami tahu risikonya. Kami sayang kalian, maka dari itu kami diam dan mengalah. Kami ingin kalian "baik-baik saja", walau kenyatannya mungkin kami yang akan tidak "baik-baik saja".
Teman, kita tahu mereka orang tua kita. Mereka pasti khawatir dengan masa depan kita, maka dari itu mereka sekeras itu pada kita. Mereka tahu bahwa kita ini titipan Tuhan. Suatu saat Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas penitipan ini pada mereka. Mungkin mereka juga takut jika mereka tidak bisa bertanggung jawab atas titipan Tuhan ini. Maka dari itu, karena kekhawatiran itu, mereka hanya melihat segalanya dari satu sisi, yakni sisi di mana yang baik adalah baik dan buruk adalah buruk.
Tuhan, jangan ambil teman-teman ini dari hidupku. Mereka anugerah buatku. Terima kasih atas karunia-Mu yang sungguh luar biasa ini Tuhan, pertemanan namanya. Tuhan, bukakan pintu hati kami semua agar dapat melihat segalanya dengan lebih jelas dan lebih bijak. Hanya Engkau sebaik-baik pelindung. Kami diam agar kami tidak menyakiti hati mereka, orang tua kami, Tuhan. Kuatkan kami... Hanya pada-Mu kami memohon.
Casandra, Alfonso, dan teman-teman baikku..
Aku sayang kalian. Hubungan pertemanan itu gak akan pernah putus.
Kalau kalian butuh aku, kalian tahu di mana mencariku.
Kalian tahu gimana menghubungiku.
Kita sama-sama berdoa yaaaa!
Harus kuaaaatttt, harus sabaaarrr!!
Supaya suatu saat nanti kita bisa ngopi-ngopi bareng lagi sambil main hangman...
:)
Wassalam
No comments:
Post a Comment