Assalamualaikum
Ya Allah, hamba berlindung pada-Mu dari godaan syetan yang terkutuk, dari marabahaya yang mengitai, dari orang-orang yang bermaksud jahat pada hamba, dari segala keburukan dunia, dari ancaman yang akan datang kemudian...
Hamba serahkan segalanya pada-Mu...Allah. Hamba hanya akar lapuk yang memohon topangan-Mu. Tanpa-Mu hamba bukan apa-apa, bukan siapa-siapa...
Hari Rabu ini ada beberapa hal yang memang agak berbeda. Kuliah epidemiologi kesehatan lingkungan yang biasanya diadain jam 8 pagi, diundur jadi jam 3 sore. Sebenernya pemindahan jadwal kuliah ini sudah jadi hal yang biasa buat saya. Akan tetapi, kali ini, perubahan jadwal ini akan menjadi suatu hal yang menyadarkan saya untuk lebih bersyukur pada-Nya.
Semua berjalan seperti biasa sampai pukul setengah 12 siang selesai kuliah manajemen dan analisis data. Seorang teman bermaksud meminjam motor saya untuk keperluan tertentu. Bukan pertama kalinya motor saya dipinjam teman untuk pergi ke sana ke mari. Jujur, kali ini entah kenapa, rasanya agak berat memberikan kunci motor ini padanya. Akhirnya dengan pertimbangan bahwa saya juga gak langsung pulang karena ada kuliah jam 3 nanti, yaaa kunci itu saya kasih.
Hari ini juga saya berencana ambil uang di atm. Sebenernya uang yang ada di dompet saya hari ini sama jumlahnya dengan uang di dompet saya kemarin, minggu lalu, bahkan sebulan yang lalu. Artinya, saya memang selalu menyediakan sejumlah uang untuk mengantisipasi atau memperbaiki keadaan yang tidak terduga. Tapi, gak tau kenapa hari ini saya pingin ambil uang di atm. Meski akhirnya keinginan ini tidak saya lakukan.
Usai sholat dan makan siang, saya dan beberapa teman ngobrol-ngobrol, cengangas-cengenges karena emang gak ada kerjaan sampe nanti jam 3 sore. Pas lagi asik-asiknya ngobrol, seorang teman yang meminjam motor saya tadi menelepon
"Halo, Assalamualaikum," saya menjawab.
"Wa'alaikumsalam. Dhan, motor lu rusak ya?"
"Hah, enggak kok! Tadi gw pake baik-baik aja. Emang kenapa?"
"Kok kunci stangnya nggak bisa kebuka?"
JEDEEERRR!!! Bak disambar geledek! Seketika itu juga saya yang tadinya masih bisa ketawa-ketawa langsung lemes. Yah, kejadian juga deh, pikir saya dalem hati.
"Lha, kok bisa?" saya bertanya heran.
"Gak tau nih," suara di seberang sana mulai lemes juga.
"Lu di mana sekarang?"
"Lagi di Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI)."
Bla...bla...blaa... pembicaraan terus berlanjut.
Karena nggak ada orang yang ngerti mesin di sana (saat itu saya di kampus sedangkan motor dan temen saya di tempat yang agak jauh dari kampus), akhirnya saya dan temen saya itu berpikir untuk memanggil orang bengkel. Tapi nanti, setelah kuliah jam 3 saya selesai. Satu yang saya pikirkan, cukup gak yah nih duit buat bayar montir? Pantesan hari ini gw pengen ambil duit lebih di atm! Pantesan kali ini gw agak berat kasih pinjem motor. Rupanya ini...
Hipotesis teman-teman saya yang lain, ada orang yang berusaha mencuri motor saya tapi nggak berhasil. UI memang rawan. Waspadalah...waspadalah...!!!
Singkat cerita, selesai kuliah saya berencana langsung menyelesaikan masalah ini. Pas lagi duduk nunggu temen yang tadi minjem motor, tiba-tiba dia datang dengan kunci motor saya ditangannya.
"Dhan, nih motornya udah balik."
"Hah?? Kok bisa?? Udah sembuh?"
"Udah, tapi sekarang nggak bisa dikunci stang. Maaf ya, Dhan.."
"Siapa yang benerin?"
"Montir, tadi satpam masjid yang manggil montirnya." Dalam hati saya berujar,makasih pak satpam...
"Siapa yang bayar?" saya masih heran.
"Gratis, Dhan. Montirnya cuma ngambil pecahan ini," teman saya menunjukkan kunci stang saya yang udah patah. "Ada yang mau ngambil motor lu, Dhan," temen saya nampak merasa bersalah.
Innalillahi...
Sepanjang perjalan pulang, saya hanya bisa bengong sambil terus mengendarai motor saya. Gak kebayang, gimana kalo motor ini beneran ilang? Saya terus melihat musibah ini dari sudut pandang yang berbeda.
Untuk sementara ini motor saya cacat. Kunci stang gak berfungsi karena emang udah patah akibat dikobel-kobel maling. Kalo sampe suatu saat saya kelupaan ngunci stangnya...eng...ing...eng...gak bakal bisa kebuka lagi dan itu berarti saya harus panggil montir!
Begitulah cara Allah menegur saya. Begitulah cara Allah meminta saya untuk kembali ke jalan-Nya, lebih dekat pada-Nya. Begitulah cara Allah menunjukkan betapa besar cinta-Nya pada saya. Allah tidak membiarkan motor saya dicuri orang tapi Allah beri saya pelajaran berharga di balik ini semua.
Ini skenario Allah, sutradara yang Maha Kuasa menciptakan berbagai cerita yang pasti ada hikmahnya. Ada banyak hal yang terjadi tanpa bisa kita cegah. Ada banyak hal yang terjadi di luar kendali kita. Ada banyak hal yang terjadi di luar nalar kita. Sebab ada Allah di balik itu semua.
Sebagai manusia, saya dan teman saya pastinya hanya bisa berusaha agar motor itu gak ilang. Saya menguncinya dan menitipkan motor itu pada satpam. Ketika motor itu lalu dikobel-kobel orang sampe akhirnya rusak atau hilang, semua di luar kendali saya. Hanya Allah yang dapat melindungi...
Buat temen saya yang minjem motor saya, saya gak nyalahin kalian kok. Ini musibah, skenario Allah.
Di antara sekian banyak temen yang minjem motor saya, kenapa kalian yang kena?
Di antara sekian kali motor ini diparkir di MUI, kenapa sekarang kejadiannya?
Di antara sekian banyak motor yang diparkir, kenapa motor saya yang jadi sasaran?
Ini musibah, kawan. Hanya Dia yang punya kuasa
Tanpa saya sadari, saya meneteskan air mata selama memikirkan kejadian itu.
Ia sungguh menyayangi saya...
Betapa besar cinta Allah kepada saya...
Betapa sabarnya Ia membimbing saya untuk lebih dekat lagi pada-Nya...
Wassalam...
No comments:
Post a Comment