Aku memandangimu dari sini, dari ujung jalan yang panjang. Kau tak tahu sudah lama aku di sini. Aku hanya diam, senang memandangimu. Aku tak tahu ke mana kau melangkahkan kakimu. Yang aku tahu, kau selalu kembali ke tempat yang sama. Cukup bagiku mengetahui bahwa kau baik-baik saja.
Aku memandangimu dari sini, dari balik kacamataku. Aku tak peduli apa yang orang bilang tentangmu. Dari sudut pandang ini, aku melihatmu lebih jelas. Terkadang aku melihat sesuatu yang kabur dari sini tapi aku tak peduli. Aku tak tertarik untuk menanyakan pada orang lain bagaimana mereka melihatmu dari sudut pandang masing-masing.
Aku memandangimu dari sini, kau tak perlu tahu di mana tempatnya. Aku melihatmu bahagia, mungkin dengan seorang yang kau sayang. Dulu, aku pernah berada di tempat itu. Kini, tempat itu sudah menjadi milik orang lain. Tentu saja aku sedih tapi aku lebih senang begitu, melihatmu bahagia apapun risikonya buatku. Aku tak peduli pada perasaanku sendiri. Sesungguhnya perasaanku padamu ini sungguh menyakiti diriku.
Aku akhirnya melepasmu dari sini, dari tempat yang kau tak pernah tahu bahwa aku memerhatikanmu. Aku sadar kau punya kehidupan sendiri, aku tak berhak mengganggunya. Aku perlahan menjauh. Membalikkan badanku untuk berjalan lebih jauh, mencari cerita lain. Aku tak lagi melihatmu. Kau pun semakin tak tersentuh.
Jangan kira aku tak peduli..
Jangan kira aku tak sayang padamu..
Jika suatu saat aku mendengar kau menjerit dalam hati..
atau suatu saat aku melihatmu bersedih..
Sejauh apapun aku sudah meninggalkanmu, aku akan kembali mendekatimu.
Bukan untuk memelukmu untuk menyembuhkan sedihmu tapi hanya sekedar memerhatikanmu dari suatu tempat
Kemudian setelah kau sudah bisa bangkit dan berlari lagi dengan semangat yang baru,
Aku akan pergi..kembali menjauh.
Aku akan selalu begitu, sampai suatu masa saat aku benar-benar tidak bisa menemukanmu...
atau,
Sampai suatu masa saat kau sudah benar-benar bahagia dan tak pernah bersedih lagi.
Begitulah caraku menyayangimu.
Jaga dirimu..
:')
dHanYLeo.dHanYLei's
Tegar di luar, rapuh di dalam
Thursday, January 19, 2012
Monday, December 26, 2011
Hey Kawan, Suatu Saat Kita Akan Ngopi Bersama Lagi! :)
Assalamualaikum
Kejadian seharian ini mengingatkan gw pada memori beberapa tahun silam. Saat itu gw masih SMP. Libur sekolah beberapa minggu. Seorang kawan baik, sebut saja namanya Arini (jiyaaah..bersahaja banget namanya!!), hampir setiap hari dia main ke rumah gw. Sampe suatu hari terjadi percakapan semacam ini dengan Arini,
"Dhan..."
"Uy!"
"Lu keganggu gak sih kalo tiap hari gw main ke rumah lu?"
"Gak tuh! Kenapa kok mikir gitu?"
"Gw takut ganggu aja, Dhan. Gw seneng main di rumah lu, Dhan. Rasanya 'rumah' banget. Ada nyokap yang lucu dan perhatian, ada makanan bikinan nyokap. Yaa nyaman aja rasanya. Beda sama di rumah gw. Nyokap gw mana perhatian sama gw. Gw mau main ke mana, mau pulang jam berapa juga ga bakal di peduliin. Gw males di rumah.."
DHUAR! Gw gak pernah tau hidup temen gw yang satu ini sekeras itu. Soalnya yang gw perhatiin kalo gw main ke rumah dia, yaaaa semuanya baik-baik aja. Seketika itu juga gw terenyuh..
"Ga papa kok kalo lu mau main di sini terus. Nyokap gw juga ga masalah kok.."
Beberapa bulan kemudian, ada kabar kalo temen gw ini kabur dari rumah. Nyokapnya gak tau ke mana si Arini. Beliau sibuk nyariin Arini ke rumah temen-temennya. Gw pun panik. Arini gak pernah bilang apa-apa sama gw. Sebelum dia kaburpun, dia gak cerita apa-apa ke gw.
Kalo gak salah dia ilang selama 2 hari. Ternyata dia kabur ke Bandung saking ga tahan sama keadaan rumah. Beberapa hari setelah kepulangan dia, Arini cerita ke gw, "Ada hikmahnya gw kabur dari rumah. Nyokap gw sekarang lebih perhatian sama gw. Nyokap jarang pergi-pergi lagi kayak dulu."
Semenjak saat itu, Arini jarang main ke rumah gw. Gw seneng Arini udah ngerasa nyaman di rumahnya sendiri dan gak perlu rumah orang lain lagi sebagai tempat dia berteduh. Sampe sekarang gw masih keep contact sama Arini dan nyokapnya. Semua baik-baik saja, sepertinya..
Hari ini ada kejadian yang serupa tapi tak beda menimpa sahabat gw lainnya. Masalah yang gw sebut dengan "hey orang tua, ayolaah lebih terbuka. Jangan egois.."
Sebut saja namanya Casandra (giyaaahahahahahahahahahhahahahahha). Gw mulai bertemen deket sama Casandra itu sekitar 2 tahunan yang lalu. Bertemen deket sama Casandra, membawa gw deket juga sama temen deketnya dia, sebut saja namanya Alfonso. Gw, Casandra, dan Alfonso semacam tiga serangkai bak roda bajai. Ke mana-mana ya bertiga, mau ngapa-ngapain ya bertiga.
Kami bertiga bisa dibilang punya kesukaan yang sama. Sama-sama suka bego, suka ga penting, suka aneh! Hehee... kami pecinta musik, kami penyuka kopi, kami penyuka AW, kami penggemar leyeh-leyeh! Kami sering menghabiskan weekend bersama. Entah sambil main game seharian, ngobrol-ngobrol ga jelas semalaman, bertukar ide di sore hari, atau sekedar ngupi-ngupi di Jco sambil main hangman.
Itu dulu, itu kemarin. Sekarang kondisinya beda. Casandra dilarang ketemu sama gw dan Alfonso lagi. Siapa yang melarang? Orang tuanya. Kenapa...?? Soal itu biar kami yang tahu.
Gw, Casandra, dan Alfonso bukan anak nakal. Malahan bisa dibilang kami anak rumahan yang cupu sekali. Pagi tadi Casandra BBM-in gw, dia bilang orang tuanya ngelarang dia untuk ketemu sama gw dan Alfonso. Entah sampe kapan.
Casandra sedih. Ya gw juga. Alfonso apalagi. Casandra dilarang main musik lagi sama orang tuanya. Gw anggap ini berlebihan, yakni saat Casandra dilarang ketemu dan main-main lagi sama sahabat-sahabatnya ditambah dengan dia dilarang main musik. Sebelum ada kejadian ini, kami berencana ngejalanin project musik terbaru kami. Kami sama-sama semangat, kami sama-sama serius. Rencananya, bulan Januari 2012 project ini udah bisa jalan. Tapi sepertinya...
Gw gak tau seberapa buruk keadaan di rumah Casandra, gw juga gak tau seberapa berat hidupnya saat ini. Gw cuma percaya, ini hanya kondisi irrasional akibat emosi sesaat dari orang tua yang terlalu khawatir akan masa depan anaknya. Insya Allah kalo kita bersabar, pasti ada win-win solution. Insya Allah Casandra bisa main musik lagi. Insya Allah kita bisa main bareng lagi. Tetep berpikir positif dengan semua rencana Tuhan, tetep sabar, tetep percaya sama mimpi indah. Mohonkan pada Tuhan untuk membuka hati mereka, mohonkan pada Tuhan untuk melapangkan hati kita! Hey, Tuhan gak tidur!! Pasti ada jalan, kawan!
Papa dan mama, kami anak-anakmu tapi bukan anakmu. Kami punya hak hidup, kami punya hak bahagia, kami punya hak untuk memilih. Ini hidup kami, Pa. Ini hidup kami, Ma. Kami sudah besar dan kami bisa melihat. Kami bisa berpikir dan kami tahu risikonya. Kami sayang kalian, maka dari itu kami diam dan mengalah. Kami ingin kalian "baik-baik saja", walau kenyatannya mungkin kami yang akan tidak "baik-baik saja".
Teman, kita tahu mereka orang tua kita. Mereka pasti khawatir dengan masa depan kita, maka dari itu mereka sekeras itu pada kita. Mereka tahu bahwa kita ini titipan Tuhan. Suatu saat Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas penitipan ini pada mereka. Mungkin mereka juga takut jika mereka tidak bisa bertanggung jawab atas titipan Tuhan ini. Maka dari itu, karena kekhawatiran itu, mereka hanya melihat segalanya dari satu sisi, yakni sisi di mana yang baik adalah baik dan buruk adalah buruk.
Tuhan, jangan ambil teman-teman ini dari hidupku. Mereka anugerah buatku. Terima kasih atas karunia-Mu yang sungguh luar biasa ini Tuhan, pertemanan namanya. Tuhan, bukakan pintu hati kami semua agar dapat melihat segalanya dengan lebih jelas dan lebih bijak. Hanya Engkau sebaik-baik pelindung. Kami diam agar kami tidak menyakiti hati mereka, orang tua kami, Tuhan. Kuatkan kami... Hanya pada-Mu kami memohon.
Casandra, Alfonso, dan teman-teman baikku..
Aku sayang kalian. Hubungan pertemanan itu gak akan pernah putus.
Kalau kalian butuh aku, kalian tahu di mana mencariku.
Kalian tahu gimana menghubungiku.
Kita sama-sama berdoa yaaaa!
Harus kuaaaatttt, harus sabaaarrr!!
Supaya suatu saat nanti kita bisa ngopi-ngopi bareng lagi sambil main hangman...
:)
Wassalam
Kejadian seharian ini mengingatkan gw pada memori beberapa tahun silam. Saat itu gw masih SMP. Libur sekolah beberapa minggu. Seorang kawan baik, sebut saja namanya Arini (jiyaaah..bersahaja banget namanya!!), hampir setiap hari dia main ke rumah gw. Sampe suatu hari terjadi percakapan semacam ini dengan Arini,
"Dhan..."
"Uy!"
"Lu keganggu gak sih kalo tiap hari gw main ke rumah lu?"
"Gak tuh! Kenapa kok mikir gitu?"
"Gw takut ganggu aja, Dhan. Gw seneng main di rumah lu, Dhan. Rasanya 'rumah' banget. Ada nyokap yang lucu dan perhatian, ada makanan bikinan nyokap. Yaa nyaman aja rasanya. Beda sama di rumah gw. Nyokap gw mana perhatian sama gw. Gw mau main ke mana, mau pulang jam berapa juga ga bakal di peduliin. Gw males di rumah.."
DHUAR! Gw gak pernah tau hidup temen gw yang satu ini sekeras itu. Soalnya yang gw perhatiin kalo gw main ke rumah dia, yaaaa semuanya baik-baik aja. Seketika itu juga gw terenyuh..
"Ga papa kok kalo lu mau main di sini terus. Nyokap gw juga ga masalah kok.."
Beberapa bulan kemudian, ada kabar kalo temen gw ini kabur dari rumah. Nyokapnya gak tau ke mana si Arini. Beliau sibuk nyariin Arini ke rumah temen-temennya. Gw pun panik. Arini gak pernah bilang apa-apa sama gw. Sebelum dia kaburpun, dia gak cerita apa-apa ke gw.
Kalo gak salah dia ilang selama 2 hari. Ternyata dia kabur ke Bandung saking ga tahan sama keadaan rumah. Beberapa hari setelah kepulangan dia, Arini cerita ke gw, "Ada hikmahnya gw kabur dari rumah. Nyokap gw sekarang lebih perhatian sama gw. Nyokap jarang pergi-pergi lagi kayak dulu."
Semenjak saat itu, Arini jarang main ke rumah gw. Gw seneng Arini udah ngerasa nyaman di rumahnya sendiri dan gak perlu rumah orang lain lagi sebagai tempat dia berteduh. Sampe sekarang gw masih keep contact sama Arini dan nyokapnya. Semua baik-baik saja, sepertinya..
Hari ini ada kejadian yang serupa tapi tak beda menimpa sahabat gw lainnya. Masalah yang gw sebut dengan "hey orang tua, ayolaah lebih terbuka. Jangan egois.."
Sebut saja namanya Casandra (giyaaahahahahahahahahahhahahahahha). Gw mulai bertemen deket sama Casandra itu sekitar 2 tahunan yang lalu. Bertemen deket sama Casandra, membawa gw deket juga sama temen deketnya dia, sebut saja namanya Alfonso. Gw, Casandra, dan Alfonso semacam tiga serangkai bak roda bajai. Ke mana-mana ya bertiga, mau ngapa-ngapain ya bertiga.
Kami bertiga bisa dibilang punya kesukaan yang sama. Sama-sama suka bego, suka ga penting, suka aneh! Hehee... kami pecinta musik, kami penyuka kopi, kami penyuka AW, kami penggemar leyeh-leyeh! Kami sering menghabiskan weekend bersama. Entah sambil main game seharian, ngobrol-ngobrol ga jelas semalaman, bertukar ide di sore hari, atau sekedar ngupi-ngupi di Jco sambil main hangman.
Itu dulu, itu kemarin. Sekarang kondisinya beda. Casandra dilarang ketemu sama gw dan Alfonso lagi. Siapa yang melarang? Orang tuanya. Kenapa...?? Soal itu biar kami yang tahu.
Gw, Casandra, dan Alfonso bukan anak nakal. Malahan bisa dibilang kami anak rumahan yang cupu sekali. Pagi tadi Casandra BBM-in gw, dia bilang orang tuanya ngelarang dia untuk ketemu sama gw dan Alfonso. Entah sampe kapan.
Casandra sedih. Ya gw juga. Alfonso apalagi. Casandra dilarang main musik lagi sama orang tuanya. Gw anggap ini berlebihan, yakni saat Casandra dilarang ketemu dan main-main lagi sama sahabat-sahabatnya ditambah dengan dia dilarang main musik. Sebelum ada kejadian ini, kami berencana ngejalanin project musik terbaru kami. Kami sama-sama semangat, kami sama-sama serius. Rencananya, bulan Januari 2012 project ini udah bisa jalan. Tapi sepertinya...
Gw gak tau seberapa buruk keadaan di rumah Casandra, gw juga gak tau seberapa berat hidupnya saat ini. Gw cuma percaya, ini hanya kondisi irrasional akibat emosi sesaat dari orang tua yang terlalu khawatir akan masa depan anaknya. Insya Allah kalo kita bersabar, pasti ada win-win solution. Insya Allah Casandra bisa main musik lagi. Insya Allah kita bisa main bareng lagi. Tetep berpikir positif dengan semua rencana Tuhan, tetep sabar, tetep percaya sama mimpi indah. Mohonkan pada Tuhan untuk membuka hati mereka, mohonkan pada Tuhan untuk melapangkan hati kita! Hey, Tuhan gak tidur!! Pasti ada jalan, kawan!
Papa dan mama, kami anak-anakmu tapi bukan anakmu. Kami punya hak hidup, kami punya hak bahagia, kami punya hak untuk memilih. Ini hidup kami, Pa. Ini hidup kami, Ma. Kami sudah besar dan kami bisa melihat. Kami bisa berpikir dan kami tahu risikonya. Kami sayang kalian, maka dari itu kami diam dan mengalah. Kami ingin kalian "baik-baik saja", walau kenyatannya mungkin kami yang akan tidak "baik-baik saja".
Teman, kita tahu mereka orang tua kita. Mereka pasti khawatir dengan masa depan kita, maka dari itu mereka sekeras itu pada kita. Mereka tahu bahwa kita ini titipan Tuhan. Suatu saat Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas penitipan ini pada mereka. Mungkin mereka juga takut jika mereka tidak bisa bertanggung jawab atas titipan Tuhan ini. Maka dari itu, karena kekhawatiran itu, mereka hanya melihat segalanya dari satu sisi, yakni sisi di mana yang baik adalah baik dan buruk adalah buruk.
Tuhan, jangan ambil teman-teman ini dari hidupku. Mereka anugerah buatku. Terima kasih atas karunia-Mu yang sungguh luar biasa ini Tuhan, pertemanan namanya. Tuhan, bukakan pintu hati kami semua agar dapat melihat segalanya dengan lebih jelas dan lebih bijak. Hanya Engkau sebaik-baik pelindung. Kami diam agar kami tidak menyakiti hati mereka, orang tua kami, Tuhan. Kuatkan kami... Hanya pada-Mu kami memohon.
Casandra, Alfonso, dan teman-teman baikku..
Aku sayang kalian. Hubungan pertemanan itu gak akan pernah putus.
Kalau kalian butuh aku, kalian tahu di mana mencariku.
Kalian tahu gimana menghubungiku.
Kita sama-sama berdoa yaaaa!
Harus kuaaaatttt, harus sabaaarrr!!
Supaya suatu saat nanti kita bisa ngopi-ngopi bareng lagi sambil main hangman...
:)
Wassalam
Monday, May 2, 2011
Guruku
Assalamualaikum
Hari ini tanggal 2 Mei, hari ini adalah hari pendidikan nasional. Selamat hardiknas buat semua rekan-rekan. Upayakan pendidikan yang baik untuk generasi mendatang. Jangan lupa, ilmu bisa di dapat di mana aja, bukan hanya di sekolah. Sekolah gak mengajarkan semuanya.
Buat adik-adik yang belum punya kesempatan untuk menimba ilmu di sekolah, jangan kecil hati. Kesempatan untuk belajar di sekolah yang baik itu pasti terbuka lebar kalau memang kita mau berusaha. Jangan selalu mengeluh, gak akan ada gunanya. Kalau belum bisa sekolah karena masalah biaya, kerja aja dulu. Kumpulin uang, setelah ada uang, baru lanjut sekolah.
Buat adik-adik yang sekolah tapi fasilitas gak mendukung juga jangan kecil hati. Orang-orang yang hidupnya susah itu punya jiwa yang lebih kuat. Mereka terbiasa untuk berjuang agar bisa selamat. Mereka gak cengeng. Ingat kata pepatah, pelaut yang ulung tidak lahir di lautan yang tenang.. :)
Nah, buat teman-teman yang sudah punya fasilitas, sekolah bagus, otak cerdas, jangan lupa bersyukur. Belajar yang bener, jangan sia-siakan kesempatan untuk berprestasi. Jangan lupa juga berbagi dengan teman-teman lain yang tidak seberuntung kalian. Ilmu itu kalo gak di-share justru bakalan ilang, makanya kalo punya ilmu harus dibagi.
Kali ini, bertepatan dengan hari pendidikan nasional, gw mau cerita soal mentor gitar gw. Gw memanggil beliau Mas Agam.
Kenapa gw mau ngomong soal beliau??
Apa menariknya Mas Agam??
Beliau adalah musisi. Buat gw, beliau ini musisi sejati. Hidupnya untuk musik. Setau gw, Mas Agam ini gak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi karena memang beliau gak mau. Mas Agam ngerasa gak suka dengan kuliah. Kalaupun mau kuliah, beliau mau ambil musik tapi katanya sih orang tuanya gak mendukung. "Buat apa belajar musik??" (komentar semua orang tua gw rasa seh begitu..).
Walaupun gak belajar musik secara formal, beliau sempet jadi dosen musik di Bandung. Hebat yak!
Buat gw, beliau ini legend. Hampir semua jenis musik bisa beliau mainkan dengan baik. Banyak orang menghargai beliau sebagai gitaris papan atas. Walau begitu, beliau tetap rendah hati. Beliau sering menganggap dirinya bukan siapa-siapa. Begitulah manusia seharusnya..
Hubungan gw sama Mas Agam bisa dibilang cukup deket. Banyak hal yang bisa gw bagi dengan beliau. Bukan sekedar soal musik tapi juga masalah lelaki, masalah agama, dan soal kehidupan. Buat gw, Mas Agam ini orang yang jujur dan fair. Orangnya cukup liberal, manusiawi sekali, serta punya pandangan dan pengetahuan yang luas. Itulah yang menyebabkan gw seneng cerita banyak hal sama beliau.
Di satu sisi, kalo gw liat sih sebenernya Mas Agam agak "bandel" tapi di sisi lain, beliau punya prinsip! Makanya itu, gw seneng cerita banyak hal sama Mas Agam. Karena gw ngerasa doi bisa ngasih penilaian yang cukup adil dari cerita-cerita gw. Istilahnya tuh, kalau gw salah, Mas Agam bakal bilang gw salah di sisi lain, kalau gw bener, beliau ngedukung gw untuk mempertahankan kebenaran itu.
Baru-baru ini, gw ada masalah dengan seorang teman lelaki. Entah kenapa, saat gw frustasi sama temen gw ini, tiba-tiba Mas Agam nongol. Akhirnya gw cerita sama beliau soal temen gw ini. Beliau ngasih gw pandangan-pandangan subjektif yang cukup mencerahkan. Bahwa laki-laki itu begini...begini..dan begini.. Bahwa gw sebagai perempuan seharusnya begini...beginii..begini. Dari nasihat beliau itulah, gw pelan-pelan bisa hidup lagi. Makasi, Mas Agam.
Banyak hal yang udah Mas Agam kasih ke gw. Selain ilmu main musik, beliau suka cerita masalah pengalaman dalam bermusik, beliau cerita soal agama, soal sejarah, soal pandangan beliau mengenai kehidupan. Gw ngerasa beruntung bisa dapet itu semua dari beliau. Gw ngerasa beruntung bisa kenal Mas Agam kemudian menjadikan beliau bukan hanya sebagai mentor gitar gw tapi juga guru dalam kehidupan yang bisa gw jadiin tempat untuk bercermin.
Apa yang bisa gw kasih untuk beliau setelah gw terima begitu banyak hal dari beliau??
Mungkin gak ada...
Saat gw gak bisa melakukan apa-apa, doa jadi senjata gw. Gw mendoakan beliau agar selamat dunia akhirat, gw mendoakan beliau agar sukses dunia akhirat, dibahagiakan hidupnya, dilancarkan jalannya.
"Beliau orang baik, Ya Allah, jagalah beliau agar tetap menjadi seperti itu."
Mungkin kisah gw kali ini gak terlalu kena di hati kalian. Tapi intinya adalah, kita semua punya guru dalam kehidupan ini. Guru-guru itulah panutan kita.
#myQuote
Jangan pernah menjadi seperti guru kita tapi jadilah sesuatu yang lebih baik dari guru kita, agar suatu saat nanti kita bisa membanggakan guru kita di depan orang banyak. Bukan untuk membalas budi mereka agar kita merasa tak berhutang budi pada mereka tapi untuk sekedar menghargai mereka yang telah menjadikan kita "sesuatu". :)
Mari belajar
Mari berkarya
Mari menjadi ahli.
Wassalam
Hari ini tanggal 2 Mei, hari ini adalah hari pendidikan nasional. Selamat hardiknas buat semua rekan-rekan. Upayakan pendidikan yang baik untuk generasi mendatang. Jangan lupa, ilmu bisa di dapat di mana aja, bukan hanya di sekolah. Sekolah gak mengajarkan semuanya.
Buat adik-adik yang belum punya kesempatan untuk menimba ilmu di sekolah, jangan kecil hati. Kesempatan untuk belajar di sekolah yang baik itu pasti terbuka lebar kalau memang kita mau berusaha. Jangan selalu mengeluh, gak akan ada gunanya. Kalau belum bisa sekolah karena masalah biaya, kerja aja dulu. Kumpulin uang, setelah ada uang, baru lanjut sekolah.
Buat adik-adik yang sekolah tapi fasilitas gak mendukung juga jangan kecil hati. Orang-orang yang hidupnya susah itu punya jiwa yang lebih kuat. Mereka terbiasa untuk berjuang agar bisa selamat. Mereka gak cengeng. Ingat kata pepatah, pelaut yang ulung tidak lahir di lautan yang tenang.. :)
Nah, buat teman-teman yang sudah punya fasilitas, sekolah bagus, otak cerdas, jangan lupa bersyukur. Belajar yang bener, jangan sia-siakan kesempatan untuk berprestasi. Jangan lupa juga berbagi dengan teman-teman lain yang tidak seberuntung kalian. Ilmu itu kalo gak di-share justru bakalan ilang, makanya kalo punya ilmu harus dibagi.
Kali ini, bertepatan dengan hari pendidikan nasional, gw mau cerita soal mentor gitar gw. Gw memanggil beliau Mas Agam.
Kenapa gw mau ngomong soal beliau??
Apa menariknya Mas Agam??
Beliau adalah musisi. Buat gw, beliau ini musisi sejati. Hidupnya untuk musik. Setau gw, Mas Agam ini gak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi karena memang beliau gak mau. Mas Agam ngerasa gak suka dengan kuliah. Kalaupun mau kuliah, beliau mau ambil musik tapi katanya sih orang tuanya gak mendukung. "Buat apa belajar musik??" (komentar semua orang tua gw rasa seh begitu..).
Walaupun gak belajar musik secara formal, beliau sempet jadi dosen musik di Bandung. Hebat yak!
Buat gw, beliau ini legend. Hampir semua jenis musik bisa beliau mainkan dengan baik. Banyak orang menghargai beliau sebagai gitaris papan atas. Walau begitu, beliau tetap rendah hati. Beliau sering menganggap dirinya bukan siapa-siapa. Begitulah manusia seharusnya..
Hubungan gw sama Mas Agam bisa dibilang cukup deket. Banyak hal yang bisa gw bagi dengan beliau. Bukan sekedar soal musik tapi juga masalah lelaki, masalah agama, dan soal kehidupan. Buat gw, Mas Agam ini orang yang jujur dan fair. Orangnya cukup liberal, manusiawi sekali, serta punya pandangan dan pengetahuan yang luas. Itulah yang menyebabkan gw seneng cerita banyak hal sama beliau.
Di satu sisi, kalo gw liat sih sebenernya Mas Agam agak "bandel" tapi di sisi lain, beliau punya prinsip! Makanya itu, gw seneng cerita banyak hal sama Mas Agam. Karena gw ngerasa doi bisa ngasih penilaian yang cukup adil dari cerita-cerita gw. Istilahnya tuh, kalau gw salah, Mas Agam bakal bilang gw salah di sisi lain, kalau gw bener, beliau ngedukung gw untuk mempertahankan kebenaran itu.
Baru-baru ini, gw ada masalah dengan seorang teman lelaki. Entah kenapa, saat gw frustasi sama temen gw ini, tiba-tiba Mas Agam nongol. Akhirnya gw cerita sama beliau soal temen gw ini. Beliau ngasih gw pandangan-pandangan subjektif yang cukup mencerahkan. Bahwa laki-laki itu begini...begini..dan begini.. Bahwa gw sebagai perempuan seharusnya begini...beginii..begini. Dari nasihat beliau itulah, gw pelan-pelan bisa hidup lagi. Makasi, Mas Agam.
Banyak hal yang udah Mas Agam kasih ke gw. Selain ilmu main musik, beliau suka cerita masalah pengalaman dalam bermusik, beliau cerita soal agama, soal sejarah, soal pandangan beliau mengenai kehidupan. Gw ngerasa beruntung bisa dapet itu semua dari beliau. Gw ngerasa beruntung bisa kenal Mas Agam kemudian menjadikan beliau bukan hanya sebagai mentor gitar gw tapi juga guru dalam kehidupan yang bisa gw jadiin tempat untuk bercermin.
Apa yang bisa gw kasih untuk beliau setelah gw terima begitu banyak hal dari beliau??
Mungkin gak ada...
Saat gw gak bisa melakukan apa-apa, doa jadi senjata gw. Gw mendoakan beliau agar selamat dunia akhirat, gw mendoakan beliau agar sukses dunia akhirat, dibahagiakan hidupnya, dilancarkan jalannya.
"Beliau orang baik, Ya Allah, jagalah beliau agar tetap menjadi seperti itu."
Mungkin kisah gw kali ini gak terlalu kena di hati kalian. Tapi intinya adalah, kita semua punya guru dalam kehidupan ini. Guru-guru itulah panutan kita.
#myQuote
Jangan pernah menjadi seperti guru kita tapi jadilah sesuatu yang lebih baik dari guru kita, agar suatu saat nanti kita bisa membanggakan guru kita di depan orang banyak. Bukan untuk membalas budi mereka agar kita merasa tak berhutang budi pada mereka tapi untuk sekedar menghargai mereka yang telah menjadikan kita "sesuatu". :)
Mari belajar
Mari berkarya
Mari menjadi ahli.
Wassalam
Friday, April 29, 2011
Kisah Masa Muda
Assalamualaikum
Tiba-tiba memori gw mengantarkan gw pada kisah yang terjadi tahun lalu antara bulan Januari sampai Agustus 2010. Enam bulan yang sangat penting dalam kehidupan gw. Waktu itu gw masih kuliah semester akhir. Semester di mana gw udah gak beredar lagi di kampus, semester di mana gw gak ada kuliah di kelas lagi, semester di mana gw sibuk magang dan pastinya nyusun skripsi. Yang pasti, gw menyebutnya sebagai semester yang berat.
Januari sampai April 2010, gw magang di Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional). Lokasinya di daerah Puspiptek, Tangerang. Jauuuh dari rumah gw. Gw berangkat jam 6.30 dan nyampe di sana sekitar jam 08.30. Dua jam perjalanan, perlu diketahui, itu tanpa macet! Yess, perjalannya emang jauuuh bangeettt. Ongkos ke sana pun mahal karena gw bulak balik mesti ganti angkot.
Puspiptek itu adalah sebuah kawasan perkantoran gitu deh. Lahannya luaaas banget. Di dalemnya ada berbagai macam BUMN lain selain Batan. Dari gerbangnya Puspiptek menuju ke Batan itu lumayaan jauh. Karena naek ojeg mahal, gw memutuskan untuk jalan kaki. Tiap pagi gw jalan kaki ditemani dengan lagu Jim Hall n Pat Metheny di kuping gw yang gw puter lewat ipod. Jalan kaki sekitar 15 menit, nyampe ruangan pasti ngos2an!
Di Batan ada banyak orang yang ngebantu gw selama proses magang. Gw seruangan sama 3 orang ibu yang gw lupa semua siapa namanyaaa.. wkwkwk..(maaf bu..). Pembimbing gw namanya Pak Untara, yang akrab dipanggil Pak Un. Beliau orangnya baik dan sabaar sekaliii.. Tema laporan gw pun idenya dari beliau. Isinya pun sebagian besar hasil pemikiran beliau. Hahaa.. makaasiih Pak Un.
Pak Un punya bawahan, namanya Pak Arief. Pak Arief ini masih muda dan belum nikah. Orangnya sebenernya agak konyol juga cuma jaim laaahh yaa.. Pak Arief ini lah yang ngajarin gw banyak hal. Gw belajar apa-apa sama Pak Arief karena Pak Un sibuk. Apa kabarnya yaaa Pak Un dan Pak Arief sekarang??
Di ruangan gw ada 3 orang ibu. Di luar pembicaraan mengenai tema magang gw, ibu-ibu ini sering share masalah kehidupan juga. Kadang mereka cerita soal anak-anaknya, kadang cerita soal hidupnya sendiri. Menyenangkan sekali mendengar cerita mereka. Kalo istirahat makan siang, bisa dipastikan ruangan gw kosong karena mereka pulang ke rumah masing-masing. Gw sendirian deh di ruangan.
Maret 2010, magang gw selesai. Sejak saat itu gw gak pernah ke sana lagi. Gw juga gak pernah kontak lagi sama bapak dan ibu di sana. Terakhir sms Pak Un, kayanya waktu lebaran tahun 2010. Mohon maaf lahir dan batin gitu..
Yaa sudah, begitu saja. Gak ada yang menarik sebenernya. Gw share cerita ini karena gw rindu mereka aja. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Amiin...
Wassalam
Tiba-tiba memori gw mengantarkan gw pada kisah yang terjadi tahun lalu antara bulan Januari sampai Agustus 2010. Enam bulan yang sangat penting dalam kehidupan gw. Waktu itu gw masih kuliah semester akhir. Semester di mana gw udah gak beredar lagi di kampus, semester di mana gw gak ada kuliah di kelas lagi, semester di mana gw sibuk magang dan pastinya nyusun skripsi. Yang pasti, gw menyebutnya sebagai semester yang berat.
Januari sampai April 2010, gw magang di Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional). Lokasinya di daerah Puspiptek, Tangerang. Jauuuh dari rumah gw. Gw berangkat jam 6.30 dan nyampe di sana sekitar jam 08.30. Dua jam perjalanan, perlu diketahui, itu tanpa macet! Yess, perjalannya emang jauuuh bangeettt. Ongkos ke sana pun mahal karena gw bulak balik mesti ganti angkot.
Puspiptek itu adalah sebuah kawasan perkantoran gitu deh. Lahannya luaaas banget. Di dalemnya ada berbagai macam BUMN lain selain Batan. Dari gerbangnya Puspiptek menuju ke Batan itu lumayaan jauh. Karena naek ojeg mahal, gw memutuskan untuk jalan kaki. Tiap pagi gw jalan kaki ditemani dengan lagu Jim Hall n Pat Metheny di kuping gw yang gw puter lewat ipod. Jalan kaki sekitar 15 menit, nyampe ruangan pasti ngos2an!
Di Batan ada banyak orang yang ngebantu gw selama proses magang. Gw seruangan sama 3 orang ibu yang gw lupa semua siapa namanyaaa.. wkwkwk..(maaf bu..). Pembimbing gw namanya Pak Untara, yang akrab dipanggil Pak Un. Beliau orangnya baik dan sabaar sekaliii.. Tema laporan gw pun idenya dari beliau. Isinya pun sebagian besar hasil pemikiran beliau. Hahaa.. makaasiih Pak Un.
Pak Un punya bawahan, namanya Pak Arief. Pak Arief ini masih muda dan belum nikah. Orangnya sebenernya agak konyol juga cuma jaim laaahh yaa.. Pak Arief ini lah yang ngajarin gw banyak hal. Gw belajar apa-apa sama Pak Arief karena Pak Un sibuk. Apa kabarnya yaaa Pak Un dan Pak Arief sekarang??
Di ruangan gw ada 3 orang ibu. Di luar pembicaraan mengenai tema magang gw, ibu-ibu ini sering share masalah kehidupan juga. Kadang mereka cerita soal anak-anaknya, kadang cerita soal hidupnya sendiri. Menyenangkan sekali mendengar cerita mereka. Kalo istirahat makan siang, bisa dipastikan ruangan gw kosong karena mereka pulang ke rumah masing-masing. Gw sendirian deh di ruangan.
Maret 2010, magang gw selesai. Sejak saat itu gw gak pernah ke sana lagi. Gw juga gak pernah kontak lagi sama bapak dan ibu di sana. Terakhir sms Pak Un, kayanya waktu lebaran tahun 2010. Mohon maaf lahir dan batin gitu..
Yaa sudah, begitu saja. Gak ada yang menarik sebenernya. Gw share cerita ini karena gw rindu mereka aja. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Amiin...
Wassalam
Monday, April 25, 2011
Kalau. Suatu. Saat.
Assalamualaikum
"Kalau suatu saat nanti begitu banyak terbuka kesempatan untukmu...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
"Kalau suatu saat nanti hidupmu mulai berubah, kamu bahagia, dan kamu tentram...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
"Kalau suatu saat nanti kamu bertemu dengan jodohmu yang tidak lain adalah bagian dari rusukmu...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
"Kalau suatu saat nanti satu per satu doamu dijawab oleh Allah...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
"Kalau suatu saat nanti kamu merasa rahmat dan kasih sayang Allah tercurah sepenuhnya untukmu...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
Mungkin bukan hanya doaku tapi juga doa orang lain yang mengasihimu lebih dari aku.
Doa itu kuat.
Manusia itu lemah.
Sekarang,
Kalau kamu datang, jangan pergi lagi.
Kalau kamu pergi, jangan datang lagi.
Suatu saat,
Kita akan tahu jawabannya.
Wassalam
"Kalau suatu saat nanti begitu banyak terbuka kesempatan untukmu...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
"Kalau suatu saat nanti hidupmu mulai berubah, kamu bahagia, dan kamu tentram...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
"Kalau suatu saat nanti kamu bertemu dengan jodohmu yang tidak lain adalah bagian dari rusukmu...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
"Kalau suatu saat nanti satu per satu doamu dijawab oleh Allah...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
"Kalau suatu saat nanti kamu merasa rahmat dan kasih sayang Allah tercurah sepenuhnya untukmu...
Itu karena ada orang lain yang mendoakanmu..."
Mungkin bukan hanya doaku tapi juga doa orang lain yang mengasihimu lebih dari aku.
Doa itu kuat.
Manusia itu lemah.
Sekarang,
Kalau kamu datang, jangan pergi lagi.
Kalau kamu pergi, jangan datang lagi.
Suatu saat,
Kita akan tahu jawabannya.
Wassalam
Thursday, April 21, 2011
Judulnya adalah Tak Ada Judul! :p
Assalamualaikum
Whaaa mantaaabb! Layout blog gw baru nii.. Ramee yaa?? Walau gak seramai hidup gw! Ahiak..
Aahh sudah, jangan biarkan gw curhat colongan! Jangan!!
Hai teman-teman, ada kabar apa?? Kalo gw, hmm..gak ada. Gak ada yang pengen gw ceritain. Kalopun ada, gw cuma mau bilang kalo gw eneg banget nii sama kisahnya Briptu Norman. Bolak-balik nonton tv, beritanya soal Briptu Norman melulu. Bosan tau.. Cukup laahh... Gak usah makin dibahas lagi.
Briptu Norman? Siapa dia?
Oke, buat pembaca yang gak tau siapa itu Briptu Norman, gw cerita sedikit. Di negara gw tercinta yang tak lain dan tak bukan adalah Indonesia, sempet beredar sebuah video seorang Briptu, anggota Brimob, yang lipsync lagu India sambil nyanyi2 gitu. Video itu diunggah ke yutup. Akhirnya banyak yang nonton deehh, terus terkenal laah itu orang sekarang.
Awalnya gw juga suka ngeliatnya. Karena eh karena, emang kocak sih tingkahnya Briptu Norman di video itu. Terus, awal2 kemunculan Briptu Norman di tipi dalam berbagai acara juga menghibur. Baik di acara talkshow, acara dangdutan, maupun di infotainment. Cuma karena makin lama makin sering nongol di tipi, yaa bosan akuu.
Oiya, sekarang lagi musin Ujian Negara ya?? Selamat menempuh ujian yaa adik-adik. Belajar yang bener, belajar yang efisien. Gak usah terlalu dipaksain. Kalo capek belajar, yaa istirahat dulu laaahh.. Berdoa yang bener. Trus jangan nyontek pas ujian. Apalagi nerima kunci jawaban. Karena belom tentu kunci jawabannya bener. Belum tentu juga jawaban temen kamu yang kamu contek bener. Yang pasti sih, belum tentu juga jawaban kamu bener! Wkwkwkwk...
Cuma kan esensi ujian negara itu kan untuk mengukur kemampuan kamu pribadi. Kalo kamu nyontek, gimana kamu bisa tau kalo kamu itu cerdas?? Ehehe...
Dulu, gw pernah nyontek jaman masih SD. Pas SD tuh gw emang otaknya kurang se-ons gitu deh. Jadi agak2 payah banget. Nilai gw jelek2. Ulangan pun sering nyontek. Jangan tanya masalah peringkat di sekolah. Gak pernah dapet 10 besar!!
Nah, pas gw kelas 4 SD, gw duduk di sebelah temen cowok. Namanya Dhika. Aje gilee..dia pinter! Langsung lah gw minder-seminder2nya! Dalem ati gw, "Ah, edan! Nih anak kan cowo. Bandel lagi! Tapi kok pintaaaaarrr??" Sejak saat itu gw rajin belajar. Gw gak mau kalah sama temen sebangku gw ini. Gw gak mau nyontek dia lagi kalo ulangan (karena gw sering kegep sama dia pas nyontek! Wkwkwkw..maluuu...)
Akhirnya gw serius belajar, serius ngerjain PR, serius ngerjain ulangan, dan pastinya serius main juga. Ehh beneer lhooo...pas caturwulan kedua, gw dapet rangking 6! Hiyaaahh..melejit! Sejak saat itu gw sadar kalo gw lumayan pinter. ehehehe... sejak saat itu juga gw gak mau nyontek. Bukannya sok alim, tapi gw mau menantang diri gw sendiri, "Bisa gak lu ngerjain ulangan sendiri? Bisa gak lu dapet nilai bagus dari hasil jerih payah lu sendiri?"
Karena gw gak minta contekan dari temen lain, maka gw pun gak memberi contekan ke orang lain. Adil kan? Hehehe.. Kalo ada orang celingak-celinguk minta contekan, atau nyolek2 gw, atau goyang2in kursi gw buat minta contekan, gw cuekin. Egois, memang. Karena orang pinter itu egois dan kalo mau pinter memang harus egois! Ahahahaaa...sesat.
Yaa begitu kawan-kawan. Jadi diri sendiri laah..jangan mau disuapin orang lain. Kita harus usaha jadi orang jujur. Walau godaan menghadang! Yippiiieee!!
Semoga sukses buat UN-nya!
Semoga sukses juga buat ujian kehidupan yang sesungguhnya!
Thank you for visiting my blog.
Wassalam
Whaaa mantaaabb! Layout blog gw baru nii.. Ramee yaa?? Walau gak seramai hidup gw! Ahiak..
Aahh sudah, jangan biarkan gw curhat colongan! Jangan!!
Hai teman-teman, ada kabar apa?? Kalo gw, hmm..gak ada. Gak ada yang pengen gw ceritain. Kalopun ada, gw cuma mau bilang kalo gw eneg banget nii sama kisahnya Briptu Norman. Bolak-balik nonton tv, beritanya soal Briptu Norman melulu. Bosan tau.. Cukup laahh... Gak usah makin dibahas lagi.
Briptu Norman? Siapa dia?
Oke, buat pembaca yang gak tau siapa itu Briptu Norman, gw cerita sedikit. Di negara gw tercinta yang tak lain dan tak bukan adalah Indonesia, sempet beredar sebuah video seorang Briptu, anggota Brimob, yang lipsync lagu India sambil nyanyi2 gitu. Video itu diunggah ke yutup. Akhirnya banyak yang nonton deehh, terus terkenal laah itu orang sekarang.
Awalnya gw juga suka ngeliatnya. Karena eh karena, emang kocak sih tingkahnya Briptu Norman di video itu. Terus, awal2 kemunculan Briptu Norman di tipi dalam berbagai acara juga menghibur. Baik di acara talkshow, acara dangdutan, maupun di infotainment. Cuma karena makin lama makin sering nongol di tipi, yaa bosan akuu.
Oiya, sekarang lagi musin Ujian Negara ya?? Selamat menempuh ujian yaa adik-adik. Belajar yang bener, belajar yang efisien. Gak usah terlalu dipaksain. Kalo capek belajar, yaa istirahat dulu laaahh.. Berdoa yang bener. Trus jangan nyontek pas ujian. Apalagi nerima kunci jawaban. Karena belom tentu kunci jawabannya bener. Belum tentu juga jawaban temen kamu yang kamu contek bener. Yang pasti sih, belum tentu juga jawaban kamu bener! Wkwkwkwk...
Cuma kan esensi ujian negara itu kan untuk mengukur kemampuan kamu pribadi. Kalo kamu nyontek, gimana kamu bisa tau kalo kamu itu cerdas?? Ehehe...
Dulu, gw pernah nyontek jaman masih SD. Pas SD tuh gw emang otaknya kurang se-ons gitu deh. Jadi agak2 payah banget. Nilai gw jelek2. Ulangan pun sering nyontek. Jangan tanya masalah peringkat di sekolah. Gak pernah dapet 10 besar!!
Nah, pas gw kelas 4 SD, gw duduk di sebelah temen cowok. Namanya Dhika. Aje gilee..dia pinter! Langsung lah gw minder-seminder2nya! Dalem ati gw, "Ah, edan! Nih anak kan cowo. Bandel lagi! Tapi kok pintaaaaarrr??" Sejak saat itu gw rajin belajar. Gw gak mau kalah sama temen sebangku gw ini. Gw gak mau nyontek dia lagi kalo ulangan (karena gw sering kegep sama dia pas nyontek! Wkwkwkw..maluuu...)
Akhirnya gw serius belajar, serius ngerjain PR, serius ngerjain ulangan, dan pastinya serius main juga. Ehh beneer lhooo...pas caturwulan kedua, gw dapet rangking 6! Hiyaaahh..melejit! Sejak saat itu gw sadar kalo gw lumayan pinter. ehehehe... sejak saat itu juga gw gak mau nyontek. Bukannya sok alim, tapi gw mau menantang diri gw sendiri, "Bisa gak lu ngerjain ulangan sendiri? Bisa gak lu dapet nilai bagus dari hasil jerih payah lu sendiri?"
Karena gw gak minta contekan dari temen lain, maka gw pun gak memberi contekan ke orang lain. Adil kan? Hehehe.. Kalo ada orang celingak-celinguk minta contekan, atau nyolek2 gw, atau goyang2in kursi gw buat minta contekan, gw cuekin. Egois, memang. Karena orang pinter itu egois dan kalo mau pinter memang harus egois! Ahahahaaa...sesat.
Yaa begitu kawan-kawan. Jadi diri sendiri laah..jangan mau disuapin orang lain. Kita harus usaha jadi orang jujur. Walau godaan menghadang! Yippiiieee!!
Semoga sukses buat UN-nya!
Semoga sukses juga buat ujian kehidupan yang sesungguhnya!
Thank you for visiting my blog.
Wassalam
Monday, April 18, 2011
Bocah yang Jatuh Cinta. "Sayang Kamu.."
Assalamualaikum
Apa yang bikin lu lega dan ngerasa baik-baik aja walau udah diputusin pacar??
Kalo gw, yang bikin gw lega adalah ketika gw diputusin tanpa berbuat salah. Ketika putus terjadi secara baik-baik dan gw gak menyimpan dendam.
Sama seperti gw gak pernah tau kapan hubungan gw dimulai, gw juga gak tau kapan tepatnya ini berakhir.
Sebenernya dia baik. Dia ngejauhin gw pelan-pelan, gak drastis. Sama seperti gw dan dia gak pernah declare kapan kami mulai hubungan, berakhirnya pun gak jelas kapan. Yang gw tau dia emang mengeluarkan pernyataan bahwa dia mundur pelan-pelan dari gw.
Sedih, itu pasti. Gw sayang sama dia, gw kangen dia. Tapi sebagai orang yang "diputusin", gw juga ogah ngemis2 buat balik kaya dulu lagi. Bukannya gengsi yaa, tapi sebagai orang yang "diputusin" dengan kondisi gw masih sayang sama dia, itu mengindikasikan bahwa dia ada masalah sama gw. Masalah yang dia sebut "beda prinsip" sedangkan gw menyebutnya "beda kemampuan mengatasi ego".
Bingung yak? Sama, gw juga bingung ngomongnya gimanaa...wkwkwkw..
Gw berusaha jadi "teman" yang baik buat dia. Gw gak mau nuntut banyak ke dia. Gw gak pernah marah ke dia, gw gak pernah ngambek ke dia. Dan yang paling pasti, gw gak mau ninggalin dia sendirian.
Nyatanya, justru dia yang ngejauhin gw karena alesan beda prinsip. Apa yang dia sebut beda, sebenernya gak sepenuhnya bener. Kami hanya perlu saling beradaptasi (kami, yang beradaptasi itu kami, bukan cuma gw atau dia) tapi karena dia suka sulit diajak diskusi, yaa akhirnya dia tenggelam sendiri dalam teori "beda prinsip" yang dia cetuskan sendiri.
Kangen. Sebenernya gw kangen sama dia.
Sayang. Gw masih sayang sama dia.
Rasa kangen dan rasa sayang yang gak pernah berubah sejak pertama gw tau rasanya merindu dan menyayangi.
Walau statusnya gw "diputusin" entah kenapa, hati gw berasa lega. Bukan lega karena diputusin tapi lega karena gw gak benci sama dia, lega karena gw tetep berniat untuk jadi temen terbaiknya, lega karena gw gak bersalah. Sedih gw berlangsung satu atau dua hari aja, setelah itu gw bisa ngeliat segalanya dengan jelas.
"Dari awal kita deket, aku gak pengen ninggalin kamu sendirian. Kejadian ini bikin aku makin gak mau ninggalin kamu. Sebenernya gitu. Aku emang bukan orang paling baik dan paling suci. Sama kaya orang lain, aku juga pendosa. Pendosa yang mau belajar biar lebih baik. Aku pengen belajar bareng kamu. Biar kita bisa sama-sama ada peningkatan kualitas dalam hidup. Memulai segalanya dari nol sampe kita, Insya Allah, bisa sukses bareng-bareng. Sukses dunia dan akhirat, sayang. Kamu jadi imamku, aku jadi makmum kamu.. :)"
"Aku sayang kamu...
Kalo aku gak ngehubungin kamu, bukan berarti aku marah sama kamu ya.. Statusnya aku "diputusin" sama kamu. Jadinya aku takut ganggu kalo aku tetep ngehubungin kamu. Kalo aku kangen kamu, aku titip salam sama Allah. Aku yakin, Allah nyampein. :)"
Mungkin gw memang masih bocah,
Gw berdoa seperti cara bocah berdoa, "Allah, jaga dia selalu. Tolong sampein, saya kangen.."
Gw menyatakan seperti cara bocah menyatakan sayang, "aku sayang kamu.." sama seperti, "aku sayang ibu, aku sayang ayah.."
Gw juga mencintai dia seperti bocah. Bocah yang dalam kesehariannya selalu tulus dan gak menyimpan dendam, "Aku tulus.. :)"
Aku sayang kamu..
Wassalam
Apa yang bikin lu lega dan ngerasa baik-baik aja walau udah diputusin pacar??
Kalo gw, yang bikin gw lega adalah ketika gw diputusin tanpa berbuat salah. Ketika putus terjadi secara baik-baik dan gw gak menyimpan dendam.
Sama seperti gw gak pernah tau kapan hubungan gw dimulai, gw juga gak tau kapan tepatnya ini berakhir.
Sebenernya dia baik. Dia ngejauhin gw pelan-pelan, gak drastis. Sama seperti gw dan dia gak pernah declare kapan kami mulai hubungan, berakhirnya pun gak jelas kapan. Yang gw tau dia emang mengeluarkan pernyataan bahwa dia mundur pelan-pelan dari gw.
Sedih, itu pasti. Gw sayang sama dia, gw kangen dia. Tapi sebagai orang yang "diputusin", gw juga ogah ngemis2 buat balik kaya dulu lagi. Bukannya gengsi yaa, tapi sebagai orang yang "diputusin" dengan kondisi gw masih sayang sama dia, itu mengindikasikan bahwa dia ada masalah sama gw. Masalah yang dia sebut "beda prinsip" sedangkan gw menyebutnya "beda kemampuan mengatasi ego".
Bingung yak? Sama, gw juga bingung ngomongnya gimanaa...wkwkwkw..
Gw berusaha jadi "teman" yang baik buat dia. Gw gak mau nuntut banyak ke dia. Gw gak pernah marah ke dia, gw gak pernah ngambek ke dia. Dan yang paling pasti, gw gak mau ninggalin dia sendirian.
Nyatanya, justru dia yang ngejauhin gw karena alesan beda prinsip. Apa yang dia sebut beda, sebenernya gak sepenuhnya bener. Kami hanya perlu saling beradaptasi (kami, yang beradaptasi itu kami, bukan cuma gw atau dia) tapi karena dia suka sulit diajak diskusi, yaa akhirnya dia tenggelam sendiri dalam teori "beda prinsip" yang dia cetuskan sendiri.
Kangen. Sebenernya gw kangen sama dia.
Sayang. Gw masih sayang sama dia.
Rasa kangen dan rasa sayang yang gak pernah berubah sejak pertama gw tau rasanya merindu dan menyayangi.
Walau statusnya gw "diputusin" entah kenapa, hati gw berasa lega. Bukan lega karena diputusin tapi lega karena gw gak benci sama dia, lega karena gw tetep berniat untuk jadi temen terbaiknya, lega karena gw gak bersalah. Sedih gw berlangsung satu atau dua hari aja, setelah itu gw bisa ngeliat segalanya dengan jelas.
"Dari awal kita deket, aku gak pengen ninggalin kamu sendirian. Kejadian ini bikin aku makin gak mau ninggalin kamu. Sebenernya gitu. Aku emang bukan orang paling baik dan paling suci. Sama kaya orang lain, aku juga pendosa. Pendosa yang mau belajar biar lebih baik. Aku pengen belajar bareng kamu. Biar kita bisa sama-sama ada peningkatan kualitas dalam hidup. Memulai segalanya dari nol sampe kita, Insya Allah, bisa sukses bareng-bareng. Sukses dunia dan akhirat, sayang. Kamu jadi imamku, aku jadi makmum kamu.. :)"
"Aku sayang kamu...
Kalo aku gak ngehubungin kamu, bukan berarti aku marah sama kamu ya.. Statusnya aku "diputusin" sama kamu. Jadinya aku takut ganggu kalo aku tetep ngehubungin kamu. Kalo aku kangen kamu, aku titip salam sama Allah. Aku yakin, Allah nyampein. :)"
Mungkin gw memang masih bocah,
Gw berdoa seperti cara bocah berdoa, "Allah, jaga dia selalu. Tolong sampein, saya kangen.."
Gw menyatakan seperti cara bocah menyatakan sayang, "aku sayang kamu.." sama seperti, "aku sayang ibu, aku sayang ayah.."
Gw juga mencintai dia seperti bocah. Bocah yang dalam kesehariannya selalu tulus dan gak menyimpan dendam, "Aku tulus.. :)"
Aku sayang kamu..
Wassalam
Subscribe to:
Posts (Atom)